Berikut ini 3. Sistem Pernapasan Vertebrata – dijelaskan lengkap

sistem pernafasan pada burung
Vertebrata yaitu mencakup semua hewan yang mempunyai tulang belakang tersusun dari vertebra. Vertebrata merupakan subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata bisa dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, “lintah laut”, atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui mempunyai dua pasang tungkai.

a. Sistem Pernapasan pada Ikan

Ikan mempunyai alat pernapasan insang. Insang dipakai karna ikan hidup dalam air. Insang ada di sisi kanan dan kiri kepala. Tetapi, ada ikan dipnoi yan bernapas menggunakan paru-paru. Pada beberapa jenis ikan, rongga insangnya memiliki perluasan ke atas yang disebut dengan labirin yang memiliki fungsi untuk menyimpan udara, sehingga ikan bisa hidup di air yang kekurangan oksigen. Insang juga memiliki fungsi sebagai alat ekskresi dan alat transportasi garam-garam.

  • Fase inspirasi diawali dengan membukanya mulut ikan. Lalu air masuk dalam rongga mulut. Insang menutup sehingga air mengalir ke dalam insang.
  • Fase ekspirasi ikan terjadi saat mulut ikan tertutup. Air masuk melalui celah insang dan terjadi pertukaran gas . Darah mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida ke dalam air.

b. Sistem Pernapasan pada Amfibi

Salah satu contoh hewan amfibi yaitu katak. Amfibi bisa hidup di air dan darat, atau umum dikenal dengan hewan dua alam. alat pernapasannya berupa paru-paru, kulit, dan insang. Katak sejak masih larva bernapas menggunakan insang luar. Pada masa berudu terbentuk insang dalam. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit. Paru-paru katak berupa dua kantung memiliki dinding tipis dan elastis yang banyak mengandung kapiler darah, terletak pada rongga badan. Paru-paru berhubungan dengan rongga mulut melalui lubang yang disebut glotis. Kedua kantung paru-paru saling berhubungan dengan bronkus pendek. Ketika bernapas, terjadi penambahan udara dengan keadaan otot rahang bawah mengendur. Otot sterno hioideus berkontraksi sampai udara masuk rongga mulut. Udara masuk paru-paru dan terjadi pertukaran gas. Ketika udara keluar, terjadi kontraksi otot hioideus dan otot perut dan rongga perut mengecil dan udara keluar melalui koane.

c. Sistem Pernapasan pada Reptil

Reptil mempunyai alat pernapasan paru-paru. Paru-paru reptil dikelilingi rongga dada yang dilindungi tulang rusuk. Reptil mempuyai kulit bersisik kering sehingga sulit ditembus oleh air. Hal ini menyebabkan cairan yang hilang melalui kulit sedikit hingga reptil bisa bertahan hidup pada habitat yang kering.

  • Ketika inspirasi, tulang rusuk merenggang dan volume rongga dada meningkat sampai udara bisa masuk paru-paru.
  • Ketika ekspirasi, tulang rusuk merapat sampai udara terdesak keluar dari paru-paru.

Pada kura-kura selain dengan paru-paru, pengambilan oksigen dibantu lapisan kulit tipis dengan banyak kapiler darah yang ada di sekitar kloaka.

d. Sistem Pernapasan pada Burung

Sistem pernapasan burung terdiri atas lubang hidung, paru-paru, trakea, kantung udara depan, dan kantung udara belakang. Kantung udara memilii fungsi sebagai alat pernapasan saat terbang, membantu memperbesar ruang siring hingga memperkeras suara, mengatur berat jenis tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Mekanisme pernapasan burung terbagi dua macam Yaitu ketika terbang dan istirahat.

  • Fase inspirasi ketika terbang terjadi pada waktu sayap diangkat. kantung udara pangkal lengan mengembang, hingga udara masuk ke kantung udara perut. lalu udara dialirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke dalam kantung udara, sampai darah mampu mengambil oksigen dari paru-paru.
  • Fase ekspirasi ketika terbang terjadi pada waktu sayap diturunkan. kantung udara pangkal lengan mengempis, sampai kantung udara dada mengembang dan mendorong udara keluar, sampai terjadi pergantian udara.

Fase inspirasi ketika istirahat terjadi dengan diawalinya pergerakan tulang rusuk ke depan sampaia rongga dada membesar dan paru-paru mengembang. Hal itu menyebabkan udara mampu masuk ke paru-paru. Sebagian udara yang kaya oksigen ini diambil paru-paru dan sebagian lagi masuk ke kantung udara bagian belakang. Udara yang miskin oksigen masuk ke kantung udara bagian depan. Fase ekspirasi ketika istirahat terjadi ketika rongga dada mengecil dan diikuti mengecilnya paru-paru, sampai udara di dalam kantung udara akan dikeluarkan melalui paru-paru.

e. Sistem Pernapasan Mamalia

Sistem pernapasan pada mamalia hampir sama dengan sistem pernapasan manusia. Itu karena manusia juga termasuk mamalia. yang bernafas menggunakan paru-paru. Demikianlah penjelasan tentang sistem pernafasan pada hewan, Semoga bermanfaat Artikel lainya :