Berikut ini 3. Contoh Naskah Drama Teater – dijelaskan lengkap

Cinta Segitiga

Babak 1 Narator pun memberi instruksi pada pemeran Nira, Jim serta Bu Shinta agar masuk kedalam settingan yang sama. Disini mereka yang bertiga ada di suatu rumah besar serta megah milik dari Bu Shinta. Nira datang yang sebagai seorang pembantu baru yang ada di rumah Bu Shinta lalu menarik perhatian dari Jim. Alur Cerita Nira          : Permisi bu, selamat siang.
B. Shinta  : Siang, ada perlu apakah?
Nira          : Apakah benar ini rumahnya Bu Shinta?
B. Shinta  : Ya, betul. Kamu siapa ya?
Nira          : Perkenalkan saya ini Nira, pembantu kiriman makelar Pak Gusni.
B. Shinta  : Oh kirimannya pak Gusni. Oke, kamu silahkan masuk aja ke belakang. Taruh lah barang-barang bawaan kamu pada kamar didekat taman belakang. Sesudah itu kamu temui saya yang ada di ruang tamu. Nira yang berjalan perlahan pada arah taman belakang. Tapi, dikarenakan rumahnya begitu besar maka dia pun tersesat sampai ke suatu ruangan kerja yang letaknya pula dekat dari taman belakang. Jim         : Siapa kah kamu?
Nira        : Eh! ya! Anu.. Saya ini pembantu baru, Mas. Saya gak tahu kamar saya ini dimana. Jim terpana begitu melihat Nira menoleh. Dia pun terpesona dari paras Nira yang sangat cantik lalu lugu. Jim         : Pembantu? ya. Kamar kamu ya disana bukan disini.
Nira        : Iya, maaf ya, Mas. Saya permisi.
Jim         : Eh, nama kamu ini siapa?
Nira        : Nira, Mas…?
Jim         : Nama saya jim.
Nira       : Iya, Mas Jim. Salam kenal. Nira pun tersipu-sipu malu saat Jim menatapnya. Kedua mata si Jim seperti tidak dapat lepas dari paras cantiknya Nira. Tiba-tiba saja Bu Shinta masuk ke dalam ruangan kerja itu. Shinta : Nira! Ngapain kamu berada disini? Saya nunggu kamu di ruang tamu tidak datang-datang! Pantes aja, kamu sedang godain anak saya?
Nira : Nggak.. Nggak, Bu. Ini tidak seperti yang bu lihat. Saya…
B. Shinta : Sudah kamu diam! Sana segera pergi ke kamar kamu! Nira yang berlalu dari ruangan tersebut , sementara itu Bu Shinta yang agaknya merasa curiga bahwa sanya putra tunggalnya itu terpesona dari kecantikannya Nira. Shinta : Jim, kamu segera ganti baju, cepat! Sebentar lagi akan terdapat tamu.
Jim : Hah? Siapa, Mah? Aku sedang banyak kerjaan, nih.
B. Shinta : Halah.. Kerjaan apa hari Sabtu begini. Sudahlah kamu turuti saja kata-kata Mama. Lekas kamu segera ganti baju.
Jim         : Oke oke, Ma. Babak 2 Tak lama kemudian datanglah dua orang perempuan yang bergaya modis yang datang ke Rumahnya.
B. Bena   : Permisi, Jeng Shinta.
B. Shinta : Eh, ya Jeng Bena! yuk silahkan masuk. Ini anaknya ya jeng?
B. Bena   : Iya, Jeng. Ini ni anak saya yang satu-satunya. Pop, kasih salam gih sama Tante Shinta.
Poppy      : Hai, Tante. Salam kenal juga. Saya Poppy.
B. Shinta : Hai, Poppy. Cantik banget ya anaknya si Jeng Bena ini.
B. Bena   : Hehe.. Kan mirip mommynya, Jeng. Oya, yang mana nih putranya si Jeng Shinta? Jadi kan yang rencana kita.
Poppy      : Ih, Mam! Apaan sih.
B. Shinta : Oh, Poppy dah tahu ya? Hmm.. Bentar ya saya mau panggilkan. JIM! Sini, nak! Jim pun datang bersama Nira. Dikarenakan tadi mereka yang sedang berbincang-bincang yang ada di belakangnya tanpa sepengetahuan dari Bu Shinta. Shinta : Jim, ini namanya Tante Bena lalu yang cantik itu namanya Poppy, anaknya. Cantik sekali kan, Jim?
Jim : Siang, Tante Bena. Eh, hay Poppy. Aku Jim. Poppy langsung saja bangkit dari duduknya lalu terpana saat melihat ketampanan lalu kesantunan Jim. Dia langsung saja jatuh cinta dipandangan pertama dengan Jim. Poppy       : Hai, Jim.
B. Shinta  : Nah, kalian telah saling kenal kan. Rencananya, Mama bersama Tante Bena ini akan menjodohkan kalian. Kalian juga sama-sama single, sama-sama saja lulusan universitas luar negeri, mankanya kami sudah merasa kalian sangat cocok agar menjadi pasangan suami istri.
Jim           : Hah? Mama ini bercanda? Perjodohan? mengapa Mama tak tanya dulu e aku ?
B. Shinta  : Jim! Jaga perilakunya. Sepertinya nanti kita juga perlu bicara! Dan kamu Nira! Sedang apakah kamu disini? Siapa yang menyuruh kamu menguping pembicaraan kami hah?
Poppy       : Tante, ini perempuan siapa?
B. Shinta  : Oh, dia ini pembantu baru yang ada di rumah ini. Tampaknya perjodohan dari anak kita ini segera dipercepat, Jeng. Sebelum dari anak saya terkena guna-guna pembantu baru ini.
B. Bena    : Wah, berani nyalimu mendekati seseorang pewaris perusahaan yang terbesar kelima yang ada di Indonesia, kamu gadis kampung? Harusnya kamu itu diri. Nira hanya berdiri lalu menunduk. Dia sedih sekali mendapat sebuah penghinaan yang semacam itu. Nira memang sangat menyukai Jim walaupun dia baru mengenalnya. Dia pun merasa bahwa sanya Jim pula menyukainya. Jim           : Mah, apa-apaan sih? Kok Nira itu disalahin? Jim tidak mau dijodoh-jodohkan seperti ini. Aku mau memilih pasangan hidupku sendiri, Mah!
B. Shinta  : Jim sayang, Mamah tahu kamu ini hanya ingin bermain-main saja dengan sang pembantu ini. Tapi tolong kamu sudahi permainan kamu itu. Dikarenakan cepat ataupun lambat kamu itu akan menikah sama Poppy.
Jim           : Aku nikah sama Poppy agar perusahaan kita ini bertambah maju dikarenakan akan bergabung sama perusahaan dari Tante Bena? Mama dari dahulu tidak pernah berubah. Satu lagi, aku tidak main-main sama Nira. Aku sangat serius ingin kenal dengan dia untuk lebih jauh serta lebih dekat.
Poppy      : Jim! Kita sudah dijodohin. Apa-apaan sih kamu ini nggak ngehargai aku sebagai calon istrimu?
Jim          : Dijodohin? Calon istri hah? Dalam mimpi. Yuk, Nir.
Jim pun menggandeng tangan Nira lalu mereka pergi untuk keluar rumah. Mereka lalu naik mobil Jim dan pergi tidak tau kemana. Sementara itu pun Bu Shinta langsung terduduk lemas bingung dan harus berbuat apa. Bu Bena pun menenangkan Poppy yang menangis.