Asma’ binti Umais Merupakan Istri Yang Berbakti

Ketika kaum muslimin menuju Syam, diantara ketiga panglimanya terdapat suami Asma’ yaitu Ja’far bin Abu Thalib. Pada peperangan tersebut, Ja’far meninggal dunia dan menjadi syahid.

Mendengar kabar kematian Ja’far, Rasulullah segera mendatangi rumah Asma’ dan menanyakan ketiga anaknya. Ketiga anak Ja’far pun datang dan mengelilingi Rasulullah. Kemudian Rasulullah saw mencium dan mengusap kepala mereka hingga kedua matanya melelehkan air mata. Kemudian Asma’ berkata, “Demi ayah dan ibuku, apa yang membuat anda menangis? Apakah telah sampai suatu kabar daripada anda tentang Ja’far dan sahabat-sahabatnya?”

Beliau menjawab, “Benar, ia gugur hari ini.”

Asma’ kemudian menangis, lalu Rasulullah saw menghiburnya dan berkata, “Berkabunglah selama 3 hari, kemudian berbuatlah sesukamu setelah itu.”

Selanjutnya Rasulullah bersabda kepada keluarga beliau, “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, karena telah datang peristiwa yang menyibukkan mereka.”

Asma’ mendengar salah seorang laki-laki dari Bani Murrah bin Auf yang berkata, “Tatkala perang tersebut, demi Allah aku melihat seolah-olah Ja’far melompat dari kudanya yang berwarna kekuning-kuningan, kemudian berperang hingga terbunuh. Sebelum terbunuh, ia berkata, ‘Wahai jannah yang aku dambakan untuk mendiaminya, harum semerbak baunya, dan sejuk segar air minumnya.’ Tentara Romawai kemudian menghampiri liang kuburnya yang terhalang jauh dari sanak keluarganya. Kewajibanku saat itu adalah menghantamnya kala menjumpainya.”

Kemudian laki-laki itu melanjutkan ceritanya, “Ja’far memegang panji dengan tangan kanannya, tetapi oleh musuh dipotonglah tangan kanan beliua. Kemudian, beliau membawa panji dengan tangan kirinya, akan tetapi dipotonglah tangan kirinya. selanjutnya, beliau kempit panji itu antara dada dengan kedua tangannya yang buntung hingga terbunuh.”

Dari tangan suaminya yang buntung itu Asma’ kemudian memahami makna dari sabda Rasulullah yang pernah berkata bahwa anak-anaknya merupakan putra dari seseorang yang memiliki dua sayap. Rupanya, Allah swt menggantikan kedua tangan Ja’far yang putus itu dengan dua sayap, yang dengan keduanya beliau terbang di jannah sekehendak hatinya.

Asma’ lalu membimbing anak-anaknya agar mengikuti jejak ayahnya yang tealah syahid, dan membiasakan mereka dengan tabiat iman.

 

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *