Unsur-unsur Musik

Advertisement

Siapa yang yang tidak kenal musik? semua orang pasti mengenalnya, orang bilang hidup ini sepi tanpa musik. Namun, kali ini kita bukan membicarakan mengenai selera bermusik tapi akan mencoba mengungkap habis mengenai unsur-unsur musik dengan penjelasannya yang sangat detail. semoga bermanfaat.

1. Nada dan Tangga Nada

Nada adaIah bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi yang bergetar dengan kecepatan getar secara teratur. Tinggi rendahnya frekuensi getar ini menentukan tinggi rendahnya nada (pitch).

Tangga nada adalah sekumpulan nada yang frekuensi getarnya berbeda satu sama lain dengan jarak tinggi-rendah teratur dan tersusun secara urut dalam satu oktaf (frekuensi getarnya dua kali lipat oktaf di bawahnya).

Tangga nada ada dua, yaitu tangga nada diatonis dan pentatonis. Tangga nada diakronis adaIah susunan rangkaian nada berurutan dengan dua macam perbandingan jarak nada/interval penuh (1) dan interval setengah (1/2). Tangga nada pentatonis adalah sistem nada yang menggunakan lima nada dalam jarak nada-nada yang berfrekuensi dua kali lipat.

2. Tempo, Pulsa atau ketukan

Tempo digunakan untuk menyatakan cepat lambatnya lagu waktu dibunyikan atau dinyanyikan.

Advertisement

Ada dua kelompok istilah yang digunakan untuk menyatakan tempo :

Seni musik

a. Istilah pokok

1. Largo                : lebar, lambat dan berat

2. Adagio             : lambat, tegas

3. Andante          : Iangkah berjaIan

4. AIlegro             : cepat

5. Presto              : cepat sekaIi

b. Istilah tambahan

1. Akhiran -issimo berfungsi menyangatkan, contoh :

–          Largo + issimo    : Iarghissimo, artinya sangat lebar, lambat, berat.

–          presto + issimo : prestisimo, artinya sangat cepat.

2. Akhiran -etto berfungsi mengurangkan, contoh :

–          aIIegro + etto    : allegretto, artinya agak cepat.

–          andante + etto  : andantino, artinya agak Iambat.

3. Kata-kata tambahan khususnya untuk tempo pokok allegro:

–          Moderato           : sesuai suasana (jangan terlalu)

–          Conbrio                : berapi-api

–          Assai                      : sangat

–          Agitato                 : girang

–          Con moto            : dengan gerak

–          Con dolore          : dengan sedih

–          Con fuco              : berapi-api

–          Dolce                     : manis

–          Lento                    : perlahan-lahan

–          Marcia                  : langkah baris

–          Molto                    : banyak

–          Maestoso            : hikmat

–          Un poco               : sedikit lambat

4. lstilah yang digunakan untuk menunjukkan kecepatan sebuah lagu:

–          Fermata               : lama diatur oleh penyanyi atau dirigen

–          Staccato               : Putus-putus (nilainya berkurang dari ½ dari nilai sebenarnya) ditahan/disentak-sentak

–          Piu mosso/picu moto     : cepat sedikit

–          Allargando          : diperlambat

–          Eko mosso          : kurang cepat

–          Stargando           : santai

–          Morendo             : tambah lama tambah hilang (lenyap)

–          Ad libitum           : menurut keinginan

–          Rubato                 : tidak teratur benar

–          Recitativo            : bercerita

5. Macam-macam istilah yang terdapat pada tempo lambat:

–          Grave    : sangat lambat dan khidmat (m/metronomnya 40-44)

–          Largo     : lambat, agung dan lebar (mm = 46 — 50)

–          Adagio  : lambat dan tenang tetapi lebih cepat dari largo (mm = 52 — 54)

–          Lento    : lambat (mm = 56 — 58)

6. Macam-macam istilah yang terdapat pada tempo sedang :

–          Larghetto            : lebih cepat dari largo (mm = 60 — 63)

–          Andante              : langkah santai (mm = 72 — 76)

–          Andantino           : langkah ringan lebih cepat dari andante (mm = 80 — 84)

–          Maestoso            : agung dan mulia (mm = 88 — 92)

–          Moderat              : sedang (mm = 96 —104)

3. Irama

irama adalah gerak langkah temporal dasar dari satu melodi, atau kerangka temporal suatu melodi. Kerangka ini menentukan panjang pendeknya nada (durasi) dalam satu rangkaian nada yang disebut melodi. Lama merupakan pola yang bisa diulang-ulang dalam satu lagu maupun lagu yang lain.

4. Birama

Birama ialah ayunan gerak kelompok beberapa pulsa yang pulsa pertamanya mendapat aksen lebih kuat dari pulsa yang lainnya yang berlangsung secara berulang dan teratur. Dengan kata lain, birama adalah pengelompokan ketukan menjadi unit-unit hitungan dalam hubungannya dengan kerangka waktu. Birama terdiri atas satu jenis harga nilai nada. Nilai ini akan dipecah dan digabung oleh irama. Untuk mengelompokkan not-not yang bertekanan (tesis) dan tidak bertekanan (arsis), maka digunakan tanda birama dengan angka pecahan, seperti 2/2, 2/4, 3/4, 4/4, 3/8, dan 6/8. Angka pembilang menunjukkan jumlah ketukan setiap ruas birama  (setiap unit). Angka penyebut menunjukan nilai nada yang menjadi satuan ketukan. Contohnya, 4/4 artinya satu ruas birama ada 4 ketuk, setiap not seperempat menjadi satu ketuk. Setiap kelompok tekanan diberi garis pembatas yang disebut garis b (bar line).

5. Melodi

Melodi adalah susunan rangkaian nada (bunyi dengan rangkaian teratur) yang terdengar berurutan serta berirama. Dengan kata lain, melodi adalah rentetan nada-nada yang disusun secara ritmis dengan ketinggian masing-masing. Garis ketinggian nada dan irama adalah unsur-unsur dalam, melodi yang menetapkan sifat (Sunaryo, 1981 : 104). Melodi merupan ungkapan suatu gagasan pikiran dan perasaan. Melodi merupakan hasil kolaborasi interval-interval nada dengan pola-pola irama. Dalam sebuah komposisi, melodi terdiri atas beberapa kalimat atau frase yang berirama yang membentuk ritme serta harmoni tersendiri. Melodi adalah tinggi rendahnya nada yang disusun dalam suatu frase. Arah melodi adalah naik dan turun. Arah melodi ada yang melangkah/melompat naik, dan ada yang melangkah/melompat turun, dan ada juga yang tetap di tempat/datar. Ada dua komponen melodi, yaitu:

a. Satu pola nada, naik maupun turun.

b. Rangkaian ritmis yang merangkai nada-nada  satu sama Iain daIam waktu, yang sering pula disebut dengan irama.

Unsur-unsur yang membentuk melodi yang bagus antara lain:

a. Rancangan ritmis yang jelas

Rancangan ritmis yang jelas berfungsi sebagai pemberi hidup nada-nada yang ada. Tanpa suatu rancangan ritmis yang jelas nada akan monoton dan membosankan.

b. Pola nada yang jelas

c. Nada tinggi sebagai klimaks

Nada tinggi sebagai klimaks digunakan karena nada-nada tinggi lebih Jernih terlihat dan lebih lincah gerakannya.

d. Nada rendah sebagai pengendoran

Nada rendah sebagai pengendoran digunakan karena nada-nada rendah berkesan mantap dan berbobot.

e. Pembentukan frase yang jelas

Pembentukan frase yang jelas berfungsi untuk menentukan berhasil tidaknya proses  komunikasi. Jika terjadi tumpang tindih antarfrase maka akan terjadi kerancuan bentuk atau pengulangan tak berarti (klise).

f. Sugesti harmonis dan paduannya

Sugesti harmonis dan paduannya bertugas membawa aliran perasaan dalam aliran nada. Dalam suatu lagu, sugesti harmoni mengantar dan mendapat puncak/lembahnya dalam suatu bentuk emosional.

g. Bentuk emosional

Bentuk emosional merupakan suatu komposisi musik pendek guna mewujudkan ungkapan  emosional tertentu. Bentuk emosional ini berperan sebagai puncak/lembah lagu, baik dalam ketegangan maupun keleluasaan. Ketegangan emosi dalam musik diwujudkan dengan gerak cepat, dorongan yang semakin menguat, ritme yang kuat, nada-nada tinggi, dan volume yang semakin keras. Keleluasaan  emosi diwujudkan dengan kurangnya gerakan, dorongan yang semakin melemah, ritme yang lemah, nada-nada rendah, dan volume yang mengecil.

6. Tekstur/Warna Suara

Tekstur/suara adalah kekhasan/keunikan suara yang disebabkan oleh adanya perbedaan sumber bunyi maupun bentuk gelombangnya. Dua suara/lebih dapat berbeda tekstur, meskipun memiliki frekuensi/nada yang sama. Warna suara ini berperan dalam menciptakan suasana. Dalam vokal manusia, warna suara ini dipengaruhi oleh kemampuan dalam melakukan vibrasi dan keragaman bentuk serta ukuran alat-alat artikulasi kita. Vokal manusia digolongkan dalam beberapa suara menurut macam warna suara dan kemampuan mencapai nada-nada tertentu, seperti perempuan (sopran, mezzo sopran, dan alto), laki-laki (tenor, bariton, dan bas).

7. Bentuk/Komposisi Musik

Komposisi musik merupakan semacam kerangka dalam suatu karya musik. Komposisi musik berperan dalam memberi karakter/ciri khas pada asing-masing karya musik yang ada.

8. Dinamika

Dinamika adalah perubahan keras lembutnya suara musik. Dinamika berperan dalam membawa pesan emosi. Tanda dinamika adalah untuk menyatakan kuat (keras) dan lemah (lembut) sebuah lagu ataupun musik.

Berikut ini adalah istilah-istilah yang digunakan untuk menyatakan dinamika suatu lagu.

a.       Pianissimo pp    : sangat lemah/lembut

b.      Piano p                                 : lemah/lembut

c.       Mezzo-piano mp : sedang lemah/lembut

d.      Mezzo-forte Mr               : sedang kuat/keras

e.      Forte f                  : kuat dan keras

f.        Fortissimo ff       : sangat kuat/keras

g.       Crescendo (<)   : tambah lama tambah kuat/keras

h.      Decrescendo (>): tambah lama tambah lunak/lembut

i.         Sforzato forte    : tiba-tiba mengeras

j.        Sforzato piano   : tiba-tiba melemah

k.       Piano Pianissimo posible (ppp) : sangat lemah/lembut sekali

l.         Fortissimo possible (fff)                : sangat kuat/keras sekali

9. Harmoni

Harmoni merupakan semacam kaidah/sopan santun dalam langkah-langkah nada dan melodi. Oleh karena itu, dalam menyusun komposisi, Harmoni tak boleh dilupakan. Begitu pula sebaliknya. Dikatakan sebagai kaidah karena harmoni merupakan suatu aturan yang mutlak untuk ditaati dalam merangkai nada ataupun melodi. Harmoni terdiri dari interval dan akord.

Interval adalah jarak antara satu nada dengan yang lain, sedangkan akord adalah hasil dari paduan nada yang digabungkan dan dimainkan secara serempak dan menghasilkan nada suara yang enak didengar.

10. Lirik

Lirik adalah ungkapan linguistik menjadi pembawa pesan yang efektif. Lirik biasanya berbentuk puisi beraturan.

Demikianlah artikelnya mudah-mudah kita bukan saja menjadi pendengar atau penikmat musik saja, tetapi dengan artikel ini kita bisa mengenal lebih jauh lagi. Terimakasih.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.