Tatanama dan Sifat-sifat Senyawa Turunan Benzena Serta Penggunaannya

Tatanama senyawa turunan benzena, demikian pula senyawa aromatik pada umumnya, tidak begitu sistematis. Masing-masing senyawa lebih dikenal dengan nama lazim atau nama turunannya.

Advertisement

Nama turunan dan senyawa turunan benzena diperoleh dengan menggabungkan nama substituen sebagai awalan yang diikuti dengan kata benzena. Perhatikanlah beberapa contoh berikut (nama di dalam tanda kurung adalah nama turunan).

nama turunan

Gugus bervalensi (bertangan) satu yang diturunkan dari benzena disebut gugus fenil (C6H5-), sedangkan yang diturunkan dari toluena (C6H5 – CH3) disebut gugus benzil (C6H5—CH2—).

gugus fenil

Jika terdapat dua jenis substituen, maka posisi substituen dapat dinyatakan dengan awalan o (orto), m (meta), atau p (para), atau dengan menggunakan angka. Urutan prioritas penomoran untuk berbagai substituen adalah sebagai berikut:

Advertisement

-COOH, -SO3H, -CHO, -CN, -OH, -NH2, -R, -NO2, -x

Perhatikanlah beberapa contoh berikut.

nitropenol

Jika terdapat tiga jenis atau lebih substituen, maka posisi substituen itu dinyatakan dengan angka (lihat contoh di atas).

Sifat-sifat Benzena

Benzena adalah zat cair tidak berwarna yang mudah menguap dan sangat beracun. Benzena berguna untuk pelarut berbagai macam zat, tetapi harus secara hati-hati dalam menggunakannya. selain itu, benzena digunakan untuk mensintesis berbagai senyawa karbon.

Secara kimia, benzena tidak begitu reaktif tetapi mudah terbakar dengan banyak jelaga. seperti telah disebutkan, benzena lebih mudah mengalami substitusi daripada adisi. Kita akan membahas beberapa reaksi terpenting dari benzena.

Halogenasi

Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi(III) halida.

Contoh:

Halogenasi

Nitrasi

Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena.

nitrasi

Sulfonasi

Sulfonasi terjadi apabila benzena dipanaskan dengan asam sulfat pekat.

Sulfonasi

Alkilasi

Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium klorida (AlCl3).

Alkilasi

Penggunaan Benzena dan Beberapa Senyawa Turunan Benzena

Benzena

Telah disebutkan bahwa benzena digunakan sebagai pelarut untuk berbagai jenis zat. Selain itu, benzena merupakan bahan dasar untuk membuat stirena, C6H5 — CH = CH2, yaitu bahan untuk membuat sejenis karet sintetis. Benzena juga merupakan bahan dasar untuk membuat nilon 66.

Fenol, C6H5OH

Larutan fenol dalam air bersifat sebagai asam lemah (Ka = 1 x 10-10). Sifat lain dari fenol adalah seperti alkohol. Fenol dapat mematikan mikroorganisme sehingga digunakan untuk membuat karbol.

Asam salisilat

Asam salisilat adalah nama lazim dari asam o-hidroksibenzoat. Ester dan asam salisilat dengan asam asetat digunakan sebagai obat dengan nama aspirin atau asetosal.

Asam salisilat

Asam Benzoat, C6H5COOH

Asam benzoat adalah suatu asam lemah, sedikit lebih kuat dari asam asetat. Asam benzoat atau garam natriumnya (C6H5COONa = natrium benzoat) digunakan sebagai pengawet pada berbagai makanan olahan.

Anilin, C5H5NH2

Anilin bersifat basa lemah merupakan bahan dasar untuk pembuatan zat-zat warna Diaz.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.