Struktur tubuh annelida

Annelida berbagi ciri-ciri umum dari ukuran dan simetri dan memiliki dinding tubuh dan selom. Meskipun mereka sangat bervariasi pada berbagai habitat dan hidup dalam lingkungan yang berbeda di seluruh dunia, annelida telah memiliki sistem saraf terstruktur, organ-organ indera, sirkulasi dan struktur pernapasan dan organ tersegmentasi.

Advertisement

Annelida adalah hewan dengan bentuk tubuh simetri bilateral dan berbagai ukuran mulai dari kurang 1 milimeter sampai lebih dari 3 milimeter. Spesies terbesar berada di Amerika Selatan, sedangkan annelida kecil tinggal di bagian utara.

Semua Annelida memiliki selom, yang adalah rongga berisi cairan antara dinding tubuh luar dan organ pencernaan. Selom digunakan sebagai tempat penyimpanan untuk gamet dan berfungsi sebagai kerangka hidrostatik, yang memfasilitasi gerakan dan penggerak.

Annelida memiliki tubuh yang ditutupi oleh kutikula eksternal tebal, yang disebut dinding tubuh, yang tidak pernah ditumpahkan atau molting. Dinding ini terletak tepat di bawah lapisan kulit terluar pada Annelida dan melindungi mereka dari kerusakan yang disebabkan oleh predator yang menyerang.

Annelida juga berbagi parapodia, yang merupakan ekstensi tanpa sendi dinding tubuh mereka. Fitur-fitur ini bertindak sebagai tulang rawan dan membantu Annelida bergerak di darat dan berenang melalui air.

Annelida juga memiliki sistem saraf yang kompleks, dibuat lengkap dengan otak dan organ sensile. Annelida juga memiliki enam organ indera bersama dengan sistem peredaran darah tertutup dan komponen pernapasan.

Advertisement

Struktur tubuh

  • Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya (metameri). Setiap segmen memiliki parapodia dan setiap parapodia memliliki setae (rambut halus), kecuali pada segmen terakhir.
  • Antara satu segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa.
  • Rongga tubuh Annelida berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan kontraksi otot.
  • Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memanjang (longitudinal).
    Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring, esofagus (kerongkongan), usus, dan anus.
  • Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang artinya darah beredar melalui pembuluh darah. Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah. Pembuluh darah yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh atau mengangkut hasil metabolisme ke seluruh tubuh.
  • Sistem gerak dengan menggunakan konstraksi otot – otot tubuh atau dengan menggunakan rambut halus pada kulitnya (setae).
  • Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali. Gonglion otak terletak di depan faring pada anterior.

Reproduksi

Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet. Namun ada juga yang bereproduksi secara aseksual yaitu fragmentasi, yang kemudian beregenerasi. Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit) dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).

Karena Annelida tergolong hermafrodit maka reproduksinya dilakukan dengan cara peleburan sel sperma dan ovum dengan menggunakan klitelum sebagai organ kopulasi dan membentuk cocon ( kepompong) untuk melindungi telurnya.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.