Solusi terhadap Keanekaragaman dan Perubahan Budaya

Advertisement

Bangsa Indonesia di karuniai keanekaragaman budaya yang banyak sekali, dengan adanya budaya tersebut kita sebagai warga negara wajib untuk bangga dengan budaya sendiri.

Apalagi sekarang dengan begitu mudahnya budaya asing masuk ke negara kita jangan sampai anak cucu bangsa ini terjerumus dan melupakan budayanya sendiri.

Menghadapi berbagai masalah keanekaragaman dan perubahan budaya, perlu beberapa alternative pemecahan yang dapat dilakukan oleh seluruh anggota masyarakat. Salah satunya konflik, di mana yang dapat dilakukan hanyalah mengendalikan agar konflik tidak berubah wujud menjadi kekerasan yang merugikan semua anggota masyarakat.

Dalam menghadapi konflik ideologi, hendaknya mengembangkan perasaan saling menghargai dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain dan mengaktualisasikan dirinya berdasarkan kebiasaan kebiasaan masing-masing serta aktualisasi diri tersebut tidak mengabaikan pihak-pihak yang lain juga memiliki karakteristik yang khas pula.

Adapun konflik politik hanya dapat diredam dengan memberikan akses sebesar-besarnya kepada berbagai kelompok masyarakat untuk ikut membangun kehidupan berdemokrasj terbuka, rasional, dan terpuji.

Advertisement

Konflik dan disintegrasi dapat diatasi melalui berbagai pola hubungan yang terdapat dalam masyarakat majemuk, antara lain:

Asimilasi

Asimilasi adalah suatu proses di mana seseorang mulai meninggalkan tradisi budaya mereka sendiri untuk menjadi bagian dari budaya yang berbeda. Melalui asimilasi, kelompok-kelompok etnik yang berbeda, secara bertahap dapat mengadopsi budaya dan nilai-nilai yang ada dalam kelompok besar masyarakat sehingga beberapa generasi akan dapat menjadi bagian dari masyarakat tersebut.

sosial

Self-segregation

Self-segregation merupakan suatu keadaan di mana suatu kelompok etnik mengasingkan diri dari kelompok mayoritas. Melalui cara mengasingkan diri, interaksi antara kelompok sedikit sekali atau bahkan tidak terjadi sehingga potensi konflik menjadi kecil. Namun demikian, langkah ini kurang cocok diterapkan di Indonesia karena banyaknya kelompok etnik (suku bangsa) yang ada. Selain itu, suatu kelompok tidak mungkin hidup sendiri, sehingga terjadi interaksi antar kelompok dalam masyarakat.

Integrasi

Integrasi merupakan suatu keadaan ketika kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap konformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, tetapi sambil tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.

Pluralisme

Pluralisme merupakan suatu masyarakat dimana kelompok-kelompok subordinat tidak harus mengorbankan gaya hidup dan tradisi mereka, bahkan kebudayaan kelompok-kelompok tersebut memiliki pengaruh terhadap kebudayaan masyarakat secara keseluruhan. Namun demikian, hal yang terpenting adalah adanya kesadaran dari kelompok-kelompok masyarakat bahwa keanekaragaman bukanlah merupakan suatu perbedaan, melainkan suatu variasi-variasi unik yang memperkaya kebudayaan masyarakat itu sendiri.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.