Sifat-sifat Gas Mulia

Secara umum, gas mulia merupakan unsur yang sangat stabil. Bahkan, sebelum Niels Bartlett berhasil membuat senyawa gas mulia pada tahun 1962, gas mulia dianggap tidak dapat bereaksi (bersenyawa) dengan unsur lain.

Advertisement

Kestabilan gas mulia ini didukung oleh beberapa faktor, di antaranya sebagai berikut.

Konfigurasi elektron gas mulia (kecuali He) berakhir pada ns2 np6. Konfigurasi tersebut merupakan konfigurasi elektron yang stabil, sebab semua elektron pada subkulitnya sudah berpasangan. Oleh karena itu, tidak mungkin gas mulia membentuk ikatan kovalen dengan atom lain.

Energi ionisasi yang tinggi menyebabkan gas mulia sukar membentuk ion positif. Hal ini berarti, gas mulia sukar berikatan dengan unsur lain secara ionik.

Afinitas elektron yang rendah menyebabkan gas mulia tidak dapat mengikat elektron untuk menjadi ion negatif. Hal ini berarti, gas mulia sukar berikatan dengan unsur lain membentuk senyawa ionik.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa gas mulia sukar berikatan secara kovalen (membentuk senyawa kovalen) dan berikatan secara ionik (membentuk senyawa ion) dengan unsur lain. Tabel 3.2 menunjukan sifat umum dari gas mulia.

Advertisement

Tabel 3.2. Sifat umum gas mulia

Unsur Lambang Nomor Atom Energi ionisasi (kJ/mol) Jari-jari atom (Ǻ) Titik leleh ( ) Titik didih ( )
Helium He 2 2.379 1,40 -272

(26 atm)

-269
Neon Ne 8 2.087 1,54 -249 -246
Argon Ar 18 1.527 1,88 -189 -186
kripton Kr 36 1.357 2,02 -157 -152
Xenon Xe 54 1.177 2,16 -112 -107
Radon Rn 86 1.043 -71 -61,8

Tabel tersebut menunjukkan bahwa terdapat pola kecenderungan perubahan dari He ke Rn, anatar lain :

  1. jari-jari atomnya semakin panjang, akibatnya dari He ke Rn semakin mudah membentuk dipol sesaat dan gaya van der Waals semakin kuat.
  2. semakin kuatnya gaya van der Waals (dari He ke Rn) menyebabkan titik didih dan titik leleh gas mulia dari atas ke bawah semakin tinggi.
  3. energi ionisasinya semakin kecil dan bahkan untuk Xe dan Rn mempunyai energi ionosasi lebih rendah dari hidrogen (energi ionisasi hidrogen = 1.312 kJ/mol).

Leave a Reply

Your email address will not be published.