Sebab-sebab Runtuhnya Uni Soviet

Sejak ditetapkannya Rusia (Uni Soviet) menjadi negara komunis oleh Lenin (1917), paham komunisme terus tersebar ke luar wilayah Rusia, seperti ke Eropa Timur.

Advertisement

Pada tahun 1920, Lenin mengumandangkan Komintern (Komunis Internasional), sehingga paham komunisme bukan saja berkembang di Eropa, melainkan juga berkembang ke seluruh dunia. Usia menjadi pusat perkembangannya

Dalam perkembangan selanjutnya dan terlebih lagi setelah berakhirnya Perang Dunia II, paham komunis menjadi saingan hebat bagi paham demokrasi kapitalis blok Amerika Serikat.

Terjadinya persaingan antara kedua belah pihak, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet, mengakibatkan munculnya Perang Dingin.

Selama Perang Dingin itu, kedua negara ini tidak pernah bertemu dalam perang fisik atau perang terbuka, tetapi mereka selalu berada di belakang negara-negara yang sedang bertikai.

Namun, perkembangan dan keadaan Uni Soviet sebagai negara adikuasa, ternyata tidak dapat bertahan lama. Uni Soviet yang mendapat julukan negara tirai besi tidak selamanya dapat mempertahankan aktivitas kehidupan rakyatnya yang tertutup itu.

Advertisement

Ketika Mikhail Gorbachev menduduki jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet (PKUS) pada bulan Maret 1985,ia melihat perkembangan negara-negara komunis sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara industri maju, khususnya Amerika Serikat.

Sejak berkuasa di Uni Soviet, Gorbachev berupaya untuk memperbaiki kehidupan perekonomian masyarakat dan negaranya yang sangat menyedihkan itu. Standar kehidupan rakyatnya jauh di bawah standar kehidupan masyarakat negara-negara maju.

Patung Felix Dzerzhinsky Pendiri Polisi Rahasia Uni Soviet
Gambar. Patung Felix Dzerzhinsky Pendiri Polisi Rahasia Uni Soviet

Glasnost dan Perestroika

Gorbachev menyadari bahwa kehidupan yang buruk juga sangat besar pengaruhnya pada kehidupan militernya dan dapat memperlemah kedudukannya pada percaturan politik internasional. Sebenarnya Gorbachev tidak ingin menjungkirbalikkan sosialisme, tetapi berupaya memperkuat sendi-sendi sosialisme melalui Glasnost dan Perestroika. Dalam pidatonya, Gorbachev berulang kali menyatakan bahwa mereka harus bertindak berdasarkan prinsip-prinsip sosialisme. Ia menyatakan bahwa tiap-tiap orang harus menyumbangkan pikirannya menurut kemampuannya dan ia akan menerima (dari negara) setara dengan apa yang dibutuhkannya.

Sejak menduduki pimpinan tertinggi atas Uni Soviet, Mikhail Gorbachev melihat bahwa hubungan dengan dunia luar sangat diperlukan untuk mencapai tingkat kemajuan dan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Oleh karena itu, pada tahun 1987 Gorbachev mengumandangkan politik demokrasi, pembaruan, dan keterbukaan yang dikenal dengan politik Glasnost dan Perestroika.

Dampak Glasnost dan Perestroika

Berpangkal dari politik Gorbachev yang terus membawa perubahan besar di dalam negeri Uni Soviet, telah mengakibatkan muncul berbagai macam gerakan. Ada gerakan yang tetap ingin mempertahankan kedudukan komunisme Uni Soviet dan ada pula gerakan yang ingin mengadakan perubahan dan pembaruan di Uni Soviet.

Pada tanggal 19 Agustus 1991, muncul kudeta yang ingin menggulingkan kedudukan Mikhail Gorbachev sebagai Presiden Uni Soviet. Kudeta tersebut didalangi oleh Marsekal Dimitri Yazow (Menteri Pertahanan), Jenderal Vladimir Kruchkov (Kepala KGB) dan Boris Pugo (Menteri Dalam Negeri). Dari ketiga tokoh itu, Yazow dan Kruchkov merupakan tokoh-tokoh yang dengan keras menentang politik perestroika. Mereka terkenal sebagai tokoh-tokoh radikal yang tidak senang terhadap segala keputusan yang diambil oleh Gorbachev.

Usaha penggulingan terhadap Gorbachev menimbulkan rasa cemas berbagai pihak baik di Uni Soviet maupun di dunia Internasional. Masyarakat internasional merasa khawatir terhadap menghangatnya kembali Perang Dingin. Namun, pihak yang paling cemas setelah tergulingnya Gorbachev adalah negara-negara Eropa Timur. Negara-negara di Eropa Timur selalu dibayangi oleh peristiwa-peristiwa di masa lama ketika tank-tank Rusia menindas dengan kejamnya aksi-aksi pemberontakan dari rakyat, seperti aksi rakyat Hongaria di Budapest tahun 1956 dan di Praha tahun 1968.

Kecemasan dunia tersebut akhirnya sirna karena pada tanggal 21 Agustus 1991 usaha kudeta dapat digagalkan. Penyebab kegagalan, antara lain:

  • Sejak awal, kudeta telah mendapat tantangan sengit dari rakyat di bawah pimpinan Boris Yeltsin (Presiden Republik Rusia). Dan
  • Banyak unit militer yang menolak untuk menjalankan perintah dari Pemerintahan Sementara.

Pada tanggal 21 Agustus 1991 pukul 21.00, Gorbachev memberitahukan kepada bangsanya bahwa kendali pemerintahan sudah berada di tangannya. Tanggal 22 Agustus 1991, ia bersama keluarganya telah kembali ke Moskow dari tempat peristirahatannya di Crimea.

Pembekuan Aktivitas Partai Komunis

Ketika Gorbachev kembali ke muka umum, Soviet Tertinggi (Parlemen) membekukan segala aktivitas Partai Komunis. Pada tanggal 5 September 1991 diadakan kongres wakil-wakil rakyat untuk memutuskan pembubaran pemerintahan pusat warisan dari Lenin.

Untuk menjalankan Pemerintahan Sementara dibentuk Dewan Negara yang terdiri dari Gorbachev dan 10 presiden dan republik-republik yang ambil bagian dalam sidang wakil-wakil rakyat itu.

Lima negara tidak ikut ambil bagian dalam sidang tersebut, yaitu Lithuania, Latvia, Estonia, Georgia, dan Moldovia. Lithuania, Latvia, dan Estonia telah memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tanggal 6 September 1991, sedangkan Georgia dan Moldovia menolak mengikuti perundingan karena sedang memperjuangkan pemisahan diri dari Uni Soviet.

Gorbachev, dengan sisa-sisa pengaruhnya, berupaya untuk mengembalikan kekuasaan Uni Soviet dengan membentuk sebuah federasi yang baru.

Ketika Uni Soviet memperingati ulang tahun ke-70 Revolusi Besar Oktober tahun 1917, Mikhail Gorbachev menyatakan bahwa rakyatnya akan dapat menikmati hasil perestroika secara gemilang pada tahun 2O17, yaitu ketika, mereka dan segenap kekuatan progresif di dunia merayakan peringatan Revolusi Besar Oktober yang ke-100. Pada masa itu, Gorbachev membayangkan bahwa komunisme mencapai masa kejayaannya dan dunia komunisme akan diakui oleh seluruh umat manusia.

Uni Soviet Runtuh

Ternyata, perkiraan Gorbachev kurang tepat, bahkan perkembangan politik di penghujung bulan Agustus dan awal bulan September 1991 menunjukkan betapa keroposnya sistem komunis di Uni Soviet, setelah hidup hampir 74 tahun. Pada akhirnya, Gorbachev sendiri harus mengakui bahwa sistem komunis telah gagal di Uni Soviet. keruntuhan Uni Soviet hanya tinggal menunggu waktu saja. Di Akhir tahun 1991, Uni Soviet yang telah dibentuk oleh Lenin tersebut runtuh, dan pada saat yang bersamaan berdiri commonwealth of Independent States (CIS) atau Persemakmuran Negara-Negara Merdeka yang anggotanya terdiri atas negara-negara pecahan Uni Soviet.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.