Reaksi Pembentukan Polimer

Polimer berbentuk makromolekul yang tersusun atas monomer-monomer. Suatu golongan bahan kimia penting dalam kehidupan kita sehari-hari adalah polimer. Polimer meliputi plastik, karet, serat, dan nilon.

Advertisement

Beberapa senyawa penting dalam tubuh makhluk hidup juga merupakan polimer, yaitu polisakarida, protein, dan asam nukleat. Kita akan membahas tentang reaksi pembentukan polimer serta penggolongan polimer.

Polimer terbentuk meelalui reaksi polimerisasi. Polimer adalah zat yang terdiri atas molekul-molekul besar, yang disebut juga makromolekul. makromolekul itu sendiri terbentuk dari sejumlah besar (ratusan sampai ribuan) molekul-molekul keciI, oleh karena itulah disebut polimer (poly = banyak; meros = bagian-bagian).

Molekul kecil bentuk polimer itu disebut monomer. Reaksi pembentukan polimerisasi dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

Polimerisasi Adisi

Polimerisasi adisi adalah perkaitan langsung antarmonomer berdasarkan reaksi adisi. Polimerisasi adisi terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Dengan bantuan suatu katalisator (biasanya peroksida), ikatan rangkapnya terbuka dan monomer-monomer menjadi saling berkaitan.

Contoh 1: Pembentukan polietilena (= polietena) dari etilena (= etena)

Advertisement

Monomernya adalah etena, CH2=CH2. Karena pengaruh katalisator, ikatan rangkapnya terbuka sehingga menjadi gugus bertangan dua sebagai berikut —CH2—CH2—. Kemudian gugus-gugus tersebut saling bersambungan sehingga terbentuk polietena:

– CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2

Secara singkat reaksinya dituliskan sebagai berikut:

nCH2=CH2 → (—CH2—CH2-)n

Contoh 2: Pembentukan poliisoprena (karet alam)

Monomernya adalah 2-metil-1,3-butadiena, yang dalam perdagangan disebut isoprena. Mula-mula kedua ikatan rangkapnya terbuka sehingga terbentuk 4 elektron tunggal. Kemudian elektron tunggal dari atom C nomor 2 dan 3 membentuk ikatan rangkap. Sedangkan elektron tunggal pada atom C nomor 1 dan 4 digunakan untuk bersambungan dengan monomer yang lain. Reaksinya dituliskan sebagai berikut.

poliisoprena

Polimerisasi Kondensasi

Pada polimerisasi kondensasi monomer-monomer saling berkaitan dengan melepas molekul kecil seperti H2O dan CH3OH (metanol). Polimerisasi kondensasi terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada kedua ujung rantainya.

Contoh 1;

Nilon 66 terbentuk dari dua jenis monomer, yaitu asam adipat (asam 1,6-heksandioat) dan heksametilendiamina (1,6-diaminoheksana). Asam adipat akan melepas gugus —OH, sedangkan heksametilendiamina melepas atom H yang akan membentuk air. Dengan demikian monomer-monomer itu dapat berkaitan.

nilon

Contoh 2: Pembentukan dakron.

Dakron adalah suatu serat poliester. Monomernya juga dua jenis, yaitu metiltereftalat (suatu diester) dan etilena glikol (= glikol).

pembentukan poliisoprena

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.