Perkembangan Seni Rupa Pada Zaman Prasejarah

Sejarah perkembangan seni rupa di nusantara atas sosial dan budaya bangsa Indonesia telah melalui berbagai kurun waktu periode atau zaman. Perjalanan seni rupa tersebut digoIongkan menjadi empat golongan zaman yang menghasilkan corak ragam untuk kesenian (seni rupa), yaitu:

Advertisement

Perkembangan seni pada zaman ini merupakan tonggak bukti keberadaan seni sebagai modal dasar perkembangan seni di Indonesia.

Seni pada zaman ini tercipta dari dorongan terhadap kepercayaan sehingga bersifat magis religius. Berdasarkan peninggaIannya, zaman prasejarah digolongkan menjadi beberapa zaman berikut.

Zaman batu

Pada zaman batu manusia memiliki tradisi hidup berpidah-pindah dari tempat satu ke tempat lain sehingga yang ditinggalkan tidak banyak, hanya alat perkakas sederhana untuk kepentingan hidup seperti kapak batu.

Zaman batu terbagi atas:

  • Zaman batu tua (paleolitikum)

Dalam zaman batu tua peninggalan-peninggalan seni yang paling menonjol adalah alat-alat batu yang dipecah secara kasar, seperti alat pemotong, penumbuk, serta kapak.

Advertisement
  • Zaman batu tengah (mesolitikum)

Karya seni yang penting di zaman ini adalah lukisan-lukisan pada dinding-dinding batu, terutama di bagian timur dari kepulauan.

  • Zaman batu muda/akhir (neolitikum)

Peradaban manusia yang telah mengenal pertanian dan keIautan telah melahirkan alat-alat seni berupa gerabah, pembuatan kain dari kayu, pembentukan kayu dan batu yang telah dikembangkan, alat mata panah dari batu, lumpang dan alu, beliung halus, hiasan dari kerang dan biji binatang, serta manik-manik.

Contoh hasil seni rupa pada zaman batu

Zaman logam

Pada zaman logam, manusia prasejarah telah mulai membuka diri untuk menerima peradaban dunia luar karena zaman ini ditandai dengan masuknya pengaruh kebudayaan Dong Son dari dataran Cina Utara, deka Teluk Tong Sin.

Peninggalan zaman logam adalah nekara, kapak, bejana dengan teknik cor atau cetak nekera. Cetak nekara adalah suatu benda pusaka yang berbentuk periuk (kuali dandang = Jawa) yang digunakan untuk upacara adat, dimainkan dengan cara dipukul, seperti genderang. Selain untuk upacara adat, juga digunakan sebagai mas kawin atau mahar, yaitu nekara dari Pulau Alor. Pada zaman perunggu tidak terdapat banyak peninggalan karena masanya terlalu pendek. Pada zaman besi terdapat kapak yang telah memiliki tangkai dan mata kapak menjadi satu dengan teknik cetak yang dihiasi ornamen yang menarik. Secara singkat, pembagian zaman logam adalah sebagai berikut.

Contoh hasil seni rupa pada zaman logam

  • Zaman tembaga
  • Zaman perunggu

Peninggalan kesenian penting yang telah diwariskan adalah keterampilan dasar nenek moyang dalam peleburan logam serta Iahirnya berbagai pandai logam yang telah mewarnai pada masa ¡ni.

  • Zaman besi

Zaman batu besar (megalitikum)

Dolmen

Zaman batu besar ditandai dengan kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang begitu kuat, sehingga hasil budayanya berkisar pada pemujaan roh leluhurnya. Di antaranya adalah:

Menhir

Menhir ialah tugu besar sebagai lambang nenek moyang dan tempat pemujaan.

Sarkofagus

Sarkofagus ialah kubur batu yang petinya berbentuk seperti lesung Iengkap dengan tutupnya.

Dolmen

Dolmen ialah batu besar yang ditata menyerupai meja lengkap dengan penyangga terdiri atas batu kecil yang berguna untuk penempatan sesaji.

Punden berundak

Punden berundak ialah bangunan yang terdiri atas susunan batu-batu yang disusun semakin meninggi menyerupai candi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang.

Arca

Arca ialah patung kecil yang sederhana yang dibuat untuk mewakiIi ketua suku atau orang yang dianggap memiliki kekuatan magis supranatural atau spiritual.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.