Perbedaan Reaksi reduksi dan Reaksi oksidasi

Reaksi oksidasi dan reduksi saling terkait. Dimana salah satu zat teroksidasi zat lain tereduksi. Oleh karena itu, reaksi ini secara bersama-sama dikenal sebagai reaksi redoks.

Advertisement

Reaksi Oksidasi

Awalnya reaksi oksidasi diidentifikasi sebagai reaksi dimana gas oksigen berpartisipasi. Di sini, oksigen bergabung dengan molekul lain untuk menghasilkan oksida. Dalam reaksi ini, oksigen mengalami reduksi dan zat lainnya mengalami oksidasi. Oleh karena itu, pada dasarnya reaksi oksidasi adalah menambahkan oksigen ke zat lain.

Sebagai contoh, dalam reaksi berikut, hidrogen mengalami oksidasi dan, oleh karena itu, atom oksigen ditambahkan ke hidrogen membentuk air.
2H2 + O2 -> 2H2O

Cara lain untuk menggambarkan oksidasi adalah sebagai hilangnya hidrogen. Ada beberapa kesempatan di mana sulit untuk menggambarkan oksidasi dengan menambahkan oksigen.

Misalnya, dalam oksigen reaksi berikut telah ditambahkan ke kedua karbon dan hidrogen tetapi oksidasi hanya karbon yang telah mengalaminya. Dalam hal ini, oksidasi dapat digambarkan dengan hilangnya hidrogen. Seperti hidrogen telah dihapus dari metana ketika memproduksi karbon dioksida, karbon yang ada telah teroksidasi.

CH4 + 2O2 -> CO2 + 2H2O

Advertisement

Pendekatan alternatif lain untuk menggambarkan oksidasi adalah sebagai kehilangan elektron. Pendekatan ini dapat digunakan untuk menjelaskan reaksi kimia, di mana kita tidak bisa melihat pembentukan oksida atau kehilangan hidrogen. Jadi, bahkan ketika tidak ada oksigen, kita bisa menjelaskan oksidasi menggunakan pendekatan ini. Misalnya dalam reaksi berikut, magnesium telah dikonversi ke ion magnesium. Sejak, magnesium telah kehilangan dua elektron telah mengalami oksidasi dan gas klorin adalah agen pengoksidasi.

Mg + Cl2 -> Mg2 + + 2Cl

Biloks membantu untuk mengidentifikasi atom yang telah mengalami oksidasi. Menurut definisi IUPAC, oksidasi adalah “ukuran tingkat oksidasi atom dalam zat. Hal ini didefinisikan sebagai muatan atom mungkin dibayangkan untuk memiliki. “keadaan Oksidasi adalah nilai integer, dan itu dapat berupa positif, negatif atau nol. Oksidasi atom dapat berubah pada reaksi kimia. Jika keadaan oksidasi meningkat, maka atom dikatakan teroksidasi. Seperti dalam reaksi di atas, magnesium memiliki keadaan oksidasi nol dan ion magnesium memiliki biloks +2. Karena bilangan oksidasi meningkat, magnesium telah teroksidasi.

Reaksi reduksi

Reduksi adalah kebalikan dari oksidasi. Dalam hal ini transfer oksigen, dalam reaksi reduksi, oksigen justru yang hilang. Dalam hal transfer hidrogen, reaksi reduksi terjadi ketika hidrogen diperoleh. Misalnya, dalam contoh di atas antara metana dan oksigen, oksigen telah berkurang karena telah mendapatkan hidrogen. Dalam hal transfer elektron, reduksi adalah mendapatkan elektron. Jadi menurut contoh di atas, klorin berkurang.

 

Apa perbedaan antara Reaksi Oksidasi dan Reaksi reduksi?

Pada reaksi oksidasi, oksigen yang diperoleh dan, dalam reaksi reduksi, oksigen yang hilang.

Dalam oksidasi hidrogen hilang tetapi dalam reduksi hidrogen diperoleh.

Dalam reaksi oksidasi, elektron yang hilang tetapi, dalam reaksi reduksi, elektron diperoleh.

Dalam reaksi oksidasi, keadaan oksidasi meningkat. Spesimen yang menjalani reduksi mengurangi tingkat oksidasi mereka.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.