Perbedaan konflik dan kekerasan

Antara konflik dan kekerasan mempunyai perbedaan. Konflik sangat potensial memicu lahirnya kekerasan. Sebaliknya, kekerasan sering terjadi sebagai akibat konflik sosial.

Advertisement

Kekerasan menunjuk pada kekerasan fisik atau psikis yang bersifat personal (mengarah pada orang atau kelompok tertentu) yang dilakukan secara sengaja, langsung, dan aktual. Berikut ini merupakan beberapa perbedaan antara konflik dan kekerasan yaitu:

Konflik Kekerasan
1.      Proses terjadinya konflik diketahui oleh kedua belah pihak yang bertikai.

2.      Aktivitas yang dilakukan tidak menimbulkan reaksi yang berarti.

3.      Tidak berniat menjatuhkan lawan.

4.      Dapat memotivasi untuk meraih prestasi.

Advertisement

5.      Bukan merupakan pelanggaran hukum semata-mata.

6.      Cara penyelesaiannya dapat dilakukan dengan akomodasi dan peradilan.

7.      Terjadinya dalam waktu yang relatif panjang

8.      Dilakukan dengan langkah-langkah nyata untuk mencapai tujuan.

1.      Proses terjadinya terkadang tidak diketahui oleh pihak yang lemah.

2.      Aktivitas yang dilakukan menimbulkan reaksi keras, bahkan benturan fisik.

3.      Ada niat mencelakakan pihak lain.

4.      Karena kesalahpahaman kedua belah pihak.

5.      Merupakan bentuk pelanggaran hukum.

6.      Cara penyelesaiannya harus dilakukan melalui peradilan.

7.      Terjadinya dalam waktu yang relatif singkat.

8.      Dilakukan dengan penuh prasangka sehingga merugikan pihak lain.

Disamping perbedaan-perbedaan di atas konflik sosial dan kekerasan memiliki beberapa sisi persamaan, antara lain sebagai berikut:

  1. Keduanya terdapat unsur benturan fisik yang dapat mengakibatkan korban jiwa, luka-luka ataupun kerusakan harta benda.
  2. Konflik dan kekerasan merupakan suatu bentuk interaksi sosial yang bersifat disosiatif yang mengarah terjadinya disintegrasi di dalam masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.