Pengertian Reklamasi

Reklamasi secara awam diartikan sebagai usaha menciptakan daratan baru di lahan sebelumnya yang digenangi air. Reklamasi telah lama dilakukan oleh mansusia. Reklamasi bertujuan menambah lahan untuk berbagai keperluan.

Advertisement

Pada umumnya, penciptaan lahan baru melalui reklamasi dilakukan karena makin bertambahnya kebutuhan lahan untuk pemukiman, perkantoran, dan lahan pertanian. Reklamasi lahan dilakukan melalui beberapa cara antara lain dengan pengeringan air laut, pengeringan rawa, dan lahan bekas pertambangan.

a. Pengeringan laut

Laut kita kenal sebagai wilayah perairan air asin yang sangat luas. Dengan kecanggihan teknologi dan kemajuan pola pikir manusia, banyak wilayah laut yang saat ini dijadikan daerah reklamasi untuk berbagai keperluan. Beberapa wilayah pesisir pantai ditimbun tanah dalam jangka waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan daratan baru yang dibutuhkan dalam rangka pembangunan.

Reklamasi laut ataupun pantai telah dilakukan oleh banyak negara. Sebagian dari reklamasi tersebut mencapai keberhasilan, misalnya reklamasi daerah pantai untuk pembangunan Bandara Konsai di Osaka, Jepang. Bandara ini dibangun dari lahan reklamasi seluas 1300 Ha. Contoh lainnya, pembangunan Shanon Estuary (Irlandia) diatas lahan hasil reklamasi seluas 6500 Ha.

b. Pengerinan rawa

Rawa menjadi salah satu daerah yang sering difungsikan untuk keperluan-keperluan lain. rawa yang berupa daratan rendah dana selalu tergenang air memang tidak memiliki potensi. Namun dengan adanya reklamasi, daerah rawa layan digunakan untuk keperluan lain, misalnya ntuk kawasan pemukiman. Salah satu contohnya adalah reklamasi daerah rawa di pesisir Jakarta yang digunakan untuk kawasan pemukiman elit Pantai Indah Kapuk.

c. Reklamasi lahan bekas pertambangan

Bahan tambang banyak terkandung di dalam perut bumi. Bahan tambang termasuk sumber daya alam yang nilai ekonomisnya sangat tinggi. Oleh karena itu, sebagian bahan tambang yang strategis dikuasai dan dikelola oleh negara. Bahan tambang tersebut, misalnya minyak bumi, gas alam, batu bara dan emas.

Advertisement

Penambangan tidak hanya dilakukan oleh negara, tetapi dilakukan pula oleh pihak swasta. Banyak penambangan dilakukan dengan sistem penambangan terbuka. Artinya, penambangan dengan cara menggali atau menggaruk tanah permukaan menggunakan alat-alat berat ataupun alat tradisional.

Seelah pihak penambang habis kontraknya, lahan yang semula ditambang biasanya akan ditinggalkan begitu saja. Banyak cekungan yang terbengkalai tanpa ada usaha pemulihan kembali seperti semula. Akibatnya, tanah bagian atas mengalami kerusakan, sehingga tidak layak digunakan lagi untuk keperluan lain.

Lahan bekas penambangan perlu dikelola dengan baik. Dengan pengelolaan yang baik diharakan lahan bekas penambangan dapat digunakan kembali untuk berbagai keperluan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan reklamasi.

Reklamasi dilakukan dengan cara meratakan kmbali cekungan-cekungan bekas penambangan. Peralatan dilakukan dengan menimun cekungan menggunakan tanah urukan. Tanah yang telah diratakan daoat digunakan untuk lahan pertanian atau tegalan. Apabila tidak digunakan untuk lahan pertanian, sebaikna lahan bekas penambangan ditanami vegetasi penutup. Keberadaan vegetasi ini dapat mengurangi laju erosi di lokasi bekas penambangan.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.