Pengertian Penguapan atau Evaporasi

Advertisement

Proses penguapan tentunya banyak yang pernah menyaksikan, misalnya jika cairan bensin tumpah ke lantai secara perlahan genangan air bensin tersebut berkurang dan akhirnya bisa jadi kering tanpa di lap. Dan untuk lebih jelasnya berkaitan dengan pengertian dari penguapan atau evaporasi tersebut langsung saja simak ulasan di bawah ini semoga bermanfaat!

Penguapan (evaporasi) yaitu mekanisme rubahnya molekul dalam kondisi cair secara langsung berubah jadi gas (misalnya, air berubah menjadi uap air). Peristiwa tersebut merupakan kontradiksi dari kondensasi. Biasanya penguapan bisa disaksikan dimulai hilangnya zat air dengan perlahan-lahan tatkala terpapar terhadap gas dan volumenya signifikan.

Kebanyakan molekul tak mempunyai tenaga yang memadai untuk terlepas dari cairan. Jika tidak, cairan bakal menjelma jadi uap secara cepat. Tatkala molekul yang ada saling bertabrakan molekul tersebut melakukan pertukaran energi dalam derajat yang berbeda-beda, bergantung pada tumbukannya masing-masing. Tak jarang perpindahan energi tersebut terjadi tidak seimbang, sehingga satu diantara molekul tersebut menghasilkan energi yang memadai untuk menerobos titik didih cairan. Jika hal tersebut berlangsung tidak jauh dari permukaan cairan molekul itu bisa melayang pada gas serta menguap.

Terdapat cairan yang nampak seperti tak menguap dalam suhu khusus di dalam gas tersendiri (misalnya minyak goreng pada suhu ruang). Cairan tersebut mempunyai molekul yang identik tak bisa menyalurkan energi dari yang satu ke yang lainnya pada pola yang memadai untuk mendonor satu molekul “kecepatan lepas” – energi panas – yang dibutuhkan guna berubah jadi uap. Tetapi cairan macam ini sebetulnya bisa menguap, cuma saja mekanismenya sangat lamban jadi oleh sebab itu lebih tidak nampak menguap.

Dari Ke
Padat Cair Gas Plasma
Padat N/A Mencair Menyublim
Cair Membeku N/A Menguap
Gas Mengkristal Mengembun N/A Ionisasi
Plasma Rekombinasi/Deionisasi N/A

Penguapan adalah bagian esensial dari siklus air. Uap air di udara akan berkumpul menjadi awan. Karena pengaruh suhu, partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi butiran air dan turun hujan.[1]. Siklus air terjadi terus menerus. Energi surya menggerakkan penguapan air dari samudera, danau, embun dan sumber air lainnya. Dalam hidrologi penguapan dan transpirasi (yang melibatkan penguapan di dalam stomata tumbuhan) secara kolektif diistilahkan sebagai evapotranspirasi.

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.