Pengertian Kelarutan dan Jenisnya

Pernahkah kalian minum air sirop? Mengapa air sirop terasa manís? Air sirop terasa manis karena ada gula yang terlarut di dalamnya. Gula tidak terlihat dalam air sirop, karena gula telah terlarut ke dalam zat pelarut (air) secara homogen. Peristiwa bercampurnya zat terlarut ke dalam zat pelarut secara homogen disebut melarut.

Advertisement

Campuran yang homogen disebut juga larutan. Peristiwa melarutnya zat terlarut ke dalam zat pelarut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: suhu, volume pelarut, dan ukuran zat terlarut.

Suhu

Kalian tentu pernah melihat orang membuat es teh. Mengapa dalam membuat es teh, gula dimasukkan dulu ke dalam air teh baru kemudian es batu? Mengapa tidak es batu dulu dimasukkan dalam air teh baru kemudian gulanya?

Dari ilustrasi tentang pembuatan es teh tadi, dapat diambil kesimpulan bahwa suhu mempengaruhi proses pelarutan, semakin tinggi suhu zat pelarut semakin cepat pula proses pelarutan.

Pada suhu yang tinggi kelarutan suatu zat akan semakin besar atau semakin cepat melarut. Partikel dalam cairan pada suhu tinggi akan bergerak Iebih cepat. Hal ini akan mengakibatkan kemungkinan terjadinya tumbukan antara zat terlarut dan zat pelarut semakin tinggi. Dengan semakin tingginya frekuensi tumbukan, maka proses kelarutan akan semakin cepat.

Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kelarutan perhatikan contoh berikut ini.

Advertisement

Pertama-tama siapkan Alat dan Bahan, seperti; Gelas kimia, Stopwatch, Pemanas, Termometer, Gula pasir, dan yang terakhir Pengaduk.

Air membeku

Cara Kerjanya;

  1. Isilah gelas kimia dengan air sebanyak 200 mL. Panaskan sampai suhu 50°C.
  2. Masukkan 1 sendok gula pasir dalam gelas kimia, kemudian aduk sampai gula melarut semua. Catat waktu yang diperlukan.
  3. Ulangi percobaan ini dengan suhu 60°C, 70°C, 80°C, dan 90°C.

Setelah anda mencoba kegiatan diatas mengenai kelarutan, catat dari hasil pengamatan anda mudah-mudahan bisa lebih memahami mengenai bagaimana pengaruh suhu terhadap kelarutan.

Volume Pelarut

Apakah volume zat pelarut juga dapat mempengaruhi kelarutan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lakukan kegiatan di bawah ini!

Tujuannya supaya kita bisa mengetahui pengaruh volume pelarut

Pertama yang harus disiapkan adalah alat dan bahan, seperti; Gelas kimia 3 buah, Air, Garam dapur (NaCI), dan yang terakhir pengaduk.

Cara Kerjanya:

  1. Isilah 3 gelas kimia dengan air, masing-masing 200 mL, 400 mL, dan 600 mL.
  2. Masukkan ke dalam gelas kimia masing-masing 100 g NaCI (garam dapur). Lalu aduk sebanyak dua kali.

3, Biarkan beberapa saat (waktu yang sama), amati gelas kimia mana yang paling banyak sisa kristal garam dapurnya.

  1. Ulangi percobaan ini sampai 3 kali.

Dari hasil percobaan pengamatan diatas diharapkan kita bisa lebih memahami lagi bagaimana pengaruh volume pelarut terhadap kelarutan. Sebagai catatan kita adalah volume zat pelarut berpengaruh terhadap kelarutan dari zat terlarut. Semakin banyak volume zat pelarut maka kelarutan akan semakin cepat. Hal tersebut karena gerakan partikel zat terlarut semakin cepat sehingga kelarutan zat akan semakin cepat.

Ukuran Zat Terlarut

Disaat kita berkemah di pegunungan, di pinggir danau atau dimana saja tentu pernah membuat api unggun. Mengapa api unggun lebih mudah dibuat dar kayu yang telah dibelah kecil-kecil daripada kayu yang masih gelondongan? Hal ini disebabkan karena semakin kecil ukuran zat, maka akan semakin mudah bereaksi.

Untuk mengetahui pengaruh ukuran zat terlarut terhadap kelarutan, coba kita lakukan kegiatan di bawah ini. Tujuannya supaya kita bisa mengetahui pengaruh ukuran zat terhadap kelarutan zat.

Yang harus dipersiapkan pertama kali adalah alat dan bahannya, seperti;

  1. Gelas kimia 2 buah
  2. Pengaduk
  3. Stopwatch
  4. Gula batu
  5. Air

Dengan cara sebagai berikut.

  1. Timbanglah 2 jenis gula batu yang masing 15 gram.
  2. Isilah gelas kimia dengan air 200 mL.
  3. Masukkan gula batu ke dalam gelas kimia, aduk dan catat waktu yang diperlukan.
  4. Ulangi percobaan ini masing-masing tiga kali.

Dari hasil pengamatan yang anda lakukan tadi akan anda dapatakan bagaimana pengaruh ukuran zat terhadap kelarutan. Yaitu kelarutan dapat dipengaruhi oieh ukuran zat, semakin kecil ukuran zat terlarut, maka akan semakin luas permukaan bidang suatu zat. Dengan demikian tumbukan antar partikel dalam larutan akan semakin besar pula. Ini menyebabkan proses pelarutan akan semakin cepaL

Sifat Kimia

Selain sifat-sifat fisis di atas, materi/zat juga memiliki sifat kimia yaitu sifat yang berhubungan dengan pembentukan materi baru, contohnya perubahan warna, korosif, mudah terbakar, mudah berkarat, dan mudah membusuk, dan lain-lain.

Pernahkah kalian membakar kertas atau kayu? Dari pembakaran tersebut dihasilkan abu yang berbeda dengan kertas/kayu. Nasi bila dibiarkan lama-kelamaan akan menjadi basi dan berbau, demikian juga besi bila dibiarkan dalam udara terbuka akan berkarat.

Jadi kesimpulan yang kita dapatkan dalam tulisan artikel kali ini yaitu.

  1. Sifat fisika materi antara lain wujud, titik didih, titik beku, titik leleh, dan kelarutan.
  2. Wujud materi dibedakan menjadi padat, cair, dan gas.
  3. Titik didih merupakan suhu saat terjadinya kesetimbangan tekanan antara zat cair dan uap.
  4. Titik beku adalah suhu saat terjadinya perubahan dari cair ke padat.
  5. Titik Ieleh adalah suhu saat berubahnya wujud dari padat menjadi cair
  6. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan antara lain suhu, volume pelarut, dan ukuran zat terlarut.
  7. Sifat kimia materi antara lain mudah terbakar, membusuk, meledak, dan korosif.

Demikianlah artikelnya mudah-mudahan kita lebih bisa memahaminya lagi dan bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.