Pengertian Invertebrata

Invertebrata adalah hewan tanpa tulang belakang. Mereka membentuk 97% dari semua spesies hewan, termasuk semua cacing, serangga, arakhnida, krustasea, moluska, ubur-ubur, bintang laut, nematoda, spons, dan semua mikrofauna.

Advertisement

Vertebrata terkecil, ikan Paedocypris betina, adalah 7,9 mm, sehingga sesuatu yang paling kecil milik kelompok ini. Secara genetik, cara utama di mana invertebrata berbeda dari vertebrata adalah bahwa invertebrata hanya memiliki satu cluster gen Hox, sedangkan vertebrata memiliki beberapa.

Manusia memiliki 4 cluster Hox. Semua 38 filum hewan kecuali untuk subset satu dari, Chordata, adalah invertebrata. Vertebrata dan invertebrata berpisah secara evolusi antara 525 dan 520 juta tahun yang lalu, ketika delapan hewan vertebrata awal muncul dalam catatan fosil, terutama ikan tanpa rahang Myllokunmingia.

Sebelum ini, hewan setidaknya 80 juta tahun ada dalam bentuk yang tidak memiliki tulang punggung.

Sejak itu, mereka hewan yang paling sukses di dunia dalam hal biomassa, terutama krustasea di laut, arthropoda di darat, dan nematoda pada keduanya.

Dalam hal ukuran, vertebrata cenderung memiliki keuntungan, meskipun ada beberapa invertebrata cukup besar sepanjang sejarah, termasuk Mesonychoteuthis hamiltoni, cumi-cumi kolosal, dengan ukuran maksimum sekitar 40-46 ft (12-14 m); dengan eurypterids yang telah punah (kalajengking laut), mencapai hingga 8 ft (2,5 m) dalam ukuran; Arthropleura (kaki seribu raksasa), 8,5 ft (2,6 m); dan griffinfly, Meganeuropsis permiana, dengan lebar sayap 2,3 ft (71 cm).

Advertisement

Rata-rata, invertebrata cenderung berukuran mikroskopis atau seukuran serangga, sedangkan vertebrata secara umum adalah seukuran ikan atau hewan pengerat.

Kaki seribu
Kaki seribu adalah arthropoda invertebrata yang memiliki tubuh tersegmentasi.

Karena tingkat reproduksi mereka yang cepat dan kesederhanaan struktural, beberapa invertebrata, seperti nematoda dan lalat buah, biasanya digunakan dalam ilmu pengetahuan sebagai organisme model. Banyak yang telah kita ketahui tentang genetika dan biomekanik telah datang dari studi rinci makhluk ini.

Ciri-ciri Invertebrata

  • Invertebrata mungkin memiliki sistem pencernaan lengkap atau tidak lengkap.
  • Invertebrata bervariasi dalam cara mereka bergerak dan kompleksitas sistem saraf mereka.
  • Kebanyakan invertebrata bereproduksi secara seksual. Setelah menetas, banyak invertebrata melewati satu atau lebih tahap larva yang berbeda dari tahap dewasa.

Klasifikasi Invertebrata

8 filum utama berisi sebagian besar spesies invertebrata.

Filum
Karakteristik
Porifera (spons)
  • Bentuk tubuhnya menyerupai vas atau jambangan.
  • Tubuhnya terdiri dari 2 Lapis ( dipoblastik )
  • Di antara lapisan luar dan dalam terdapat sel – sel amoebosit dan spikula.
  • sel amoeboid dan koanosit berfungsi untuk menangkap makanan.
  • Habitatnya di Perairan.
  • Memiliki ringga tubuh yang disebut spongocoel
  • memiliki lubang masuk air yang disebut ostium dan saluran keluar air yang disebut oskulum.
  • perkembangbiakan berlangsung secara kawin dan dengan pembentukan tunas.
Cnidaria (ubur-ubur, corals)
  • memiliki rongga tubuh (coelom) berupa rongga gastrovasculer yang berfungsi sebagai alat pencernakan dan sirkulasi makanan. Sistem pencernaan berlangsung secara ekstraseluler (dalam gastrovaskuler) dan intraseluler (dalam sel endoderm).
  • Diploplastik, dinding tubuh terdiri 2 lapisan, yaitu ektoderm ( lapisan luar ) dan endoderm (lapisan dalam). Antara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan mesoglea (tengah).
  • Memiliki 2 bentuk kehidupan, yaitu bentuk polip dan medusa. Bentuk polip dengan ciri hidup soliter / berkoloni, menempel / menetap pada subtrat dasar, dan berkembang biak dengan cara vegetatif. bentuk polip yang berkoloni dinamakan polimorfisme. Bentuk medusa dengan ciri hidup bergerak aktif / berenang bebas, berkembang biak dengan cara generatif.
  • Sistem reproduksi secara metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara vegetatif dengan generatif. secara vegetatif dengan membentuk kuncup / tunas / gemullae, dan secara generatif melalui pembuahan ovum dengan sperma.
  • Sistem respirasi melalui seluruh tubuh secara difusi.
  • sistem syaraf dengan membentuk jala, yaitu berupa ganglion syaraf.
  • Sistem gerak dengan menggunakan tentakel yang terdapat pada sekitar mulut. Tentakel juga berfungsi untuk menangkap dan memasukkan makanan. Pada ujung tentakel terdapat sel knidoblast, setiap knidoblast mengandung alat penyengat yang dinamakan nematokist, yang berfungsi untuk mempertahankan diri dan melumpuhkan mangsa kedalam tubuhnya.
  • Habitat umumnya di laut, kecuali Hydra sp (di air tawar).
Platyhelminthes (Cacing Berambut Getar, Planaria sp)
  • Bentuk tubuh pipih, simetri bilateral, triploblastik, dan acoelomata.
  • Tubuhnya terdiri atas bagian kepala (anterior), ekor (posterior), bagian punggung (dorsal), bagian perut (ventral), dan bagian samping (lateral).
  • Sistem pencernaan makanan belum sempurna, terdapat mulut dan belum memiliki anus. Makanan masuk melalui mulut —> farink —> usus —> dan dikeluarkan melalui mulut.
  • Belum memiliki sistem respirasi. Masuknya oksigen (O2)dan keluarnya karbon dioksida (CO2) melalui permukaan kulit.
  • Sistem ekskresi tersusun atas sel-sel bersilia ( flame cells /aster / sel api ).
  • Susunan syaraf terdiri atas 2 ganglia yang berbentuk cincin membentuk tangga tali.
  • Reproduksi secara seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan perkawinan silang atau perkawinan sendiri, karena bersifat hermaprodit (monoceus). Secara aseksual dengan fragmentasi dan membentuk generasi baru (regenerasi).
  • Hidup bebas di air tawar maupun tempat–tempat lembab.
Nematoda (Cacing Gelang)
  1. Merupakan hewan multiseluler avertebrata
  2. Hidup parasit di dalam tubuh makhluk hidup lain, dan ada juga yang hidup bebas
  3. Merupakan hewan Triploblasik Pseudoselomata
  4. Tubuhnya simetri Bilateral
  5. Tubuh dilapisi kutikula yang berfungsi untuk melindung diri
  6. Memiliki sistem pencernaan
  7. Tidak memiliki pembuluh darah dan sistem respirasi
  8. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda
  9. Reproduksi secara seksual
  10. Telurnya dapat membentuk kista.
Mollusca (cumi-cumi, bekicot)
  • Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang.
  • Habitatnya di ait maupun darat
  • Merupakan hewan triploblastik selomata.
  • Struktur tubuhnya simetri bilateral.
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel.
  • Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
  • Organ ekskresi berupa nefridia
  • Memiliki radula (lidah bergigi)
  • Hidup secara heterotrof
  • Reproduksi secara seksual
Annelida (Cacing Palolo, Cacing tanah)
  • Tubuh bersegmen / beruas seperti cincin.
  • Triploblastik Coelomata, Simetri bilateral, dan Metameri.
  • Memiliki sistem pencernakannya sempurna (mulut, kerongkongan, perut otot, tembolok, usus, dan anus).
  • Sistem respirasinya melalui permukaan kulit atau insang.
  • Sistem syarafnya berupa ganglion otak dan tali syaraf yang tersusun sebagai tangga tali.
  • Sistem peredaran darahnya tertutup yang tersusun atas pembuluh darah yang memiliki hemaglobin.
  • Sistem ekskresinya berupa nefridia atau nefrostom.
  • Sifat kelaminnya hermaprodit, sehingga reproduksi secara generatif dengan cara konjugasi, dan secara vegetatif dengan fragmentasi / regenerasi (memiliki daya regenerasi yang tinggi).
Arthropoda (kepiting, laba-laba)
  1. Tubuh beruas-ruas dan terbagi atas kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen).
  2. Rangka luar (eksoskeleton) tersusun atas zat kitin dan pada waktu tertentu kulit akan mengalami pergantian (ekdisis/molting).
  3. Arthropoda memiliki organ sensoris mata, penciuman, dan antena untuk sentuhan dan penciuman.
  4. Sistem peredaran darah terbuka dan darah tidak berwarna merah.
  5. Alat respirasi berupa insang, trakea, dan paru-paru buku.
  6. Alat ekskresi berupa kelenjar hijau dengan buluh malphigi.
  7. Sistem perkembangbiakannya, yaitu:
    – Secara kawin dilakukan melalui proses fertilisasi.
    – Secara tidak kawin dengan melakukan partenogenesis (proses perkembangbiakan terjadi tanpa fertilisasi) dan paedogenesis (perkembangbiakan terjadi pada individu yang muda (larva)).
Echinodermata (teripang, bintang laut)
  • Memiliki tiga lapisan embrional (triploblastik)
  • Simetri tubuh bilateral pada fase larva dan radial pada fase dewasa
  • Terdapat pembagian tubuh anterior dan posterior
  • Euselomata / selomata
  • Tidak memiliki segmen tubuh
  • Sistem pencernaan sempurna, ada beberapa jenis yang tidak memiliki anus
  • Tidak memiliki sistem peredaran darah
  • Sistem pernapasan berupa insang kecil atau papulae dan ada juga yang menggunakan kaki ambulakral (kaki tabung), atau teripang laut pada
  • Tidak memiliki sistem ekskresi
  • Sistem daraf dibentuk oleh saraf cincin, saraf radial dan saraf jala
  • Reproduksi secara aseksual (regenerasi) dan seksual. Pada umumnya memiliki kelamin yang terpisah namu beberapa jenis bersifat hermaprodit
  • Penyokong tubuh berupa kerangka dalam (endoskleton), berupa pelat dan berada dibawah kulit.

Anggota dari hewan tanpa tulang punggung, disebut invertebrata air terlihat dengan mata telanjang, telah diberi nama “invertebrata makro.” Kelimpahan dan keragaman hewan ini dianggap sebagai indikator penting dari keadaan lingkungan dari suatu wilayah. Mereka adalah salah satu link yang paling penting dalam rantai makanan di atas tingkat mikrofauna dan di bawah tingkat predator yang lebih tinggi.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.