Pengertian Hidrolisis dan Sifat Garam Dalam Air

Jika zat dicampurkan ke dalam pelarut air maka zat itu ada yang melarut, dan ada pula yang bereaksi. Reaksi yang terjadi, di antaranya zat itu mengurai membentuk molekul sederhana, atau mengurai membentuk ion-positif (kation) dan ion-negatif (anion).

Advertisement

Bereaksinya suatu zat dengan pelarut (solven) disebut solvolisis. Bila pelarutnya adalah air, disebut hidrolisis. Jadi hidrolisis merupakan reaksi antara suatu zat (termasuk garam) dengan air.

Sifat Garam Dalam Air

Garam-garam umumnya merupakan padatan kristal ion dan bersifat ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut. (Sifat ini akan dibahas pada artikel mendatang).

Bereaksi atau tidaknya suatu garam dengan pelarut air bergantung pada sifat kation dan anion pembentuk garam itu.

Natrium klorida

Garam-garam dapat dikelompokkan berdasarkan pada asam dan basa pembentuknya (lihat Tabel).

Advertisement

Tabel. Beberapa Tipe Garam Normal*

Asal Garam Normal Contoh
basa kuat & asam kuat

basa kuat & asam lemah

basa lemah & asam kuat

basa lemah & asam lemah

NaCI; KCI; K2SO4: Ca(NO3)2; dst.

CH3COONa; K2S; Na2CO3; dst.

NH4CI: CuSO4; FeCl3; dst.

CH3COONH4; Cu(CN)2; (NH4)2CO3; dst.

*) Garam normal adalah garam yang tersusun dari satu jenis kation dan satu jenis anion. Tipe garam lain: garam rangkap {KAI(SO4)2}; garam asam (NaH2PO4); garam basa {Ca(OH)Cl}.

Tiga tipe garam normal di atas (tabel), semuanya tergolong garam kuat dan di dalam air terionisasi sempurna: sedangkan tipe garam normal terakhir merupakan garam lemah.

Salah satu contoh tipe garam pertama (garam yang berasal dari basa-kuat dan asam kuat; bk-ak) adalah NaCI. Garam tipe ini akan melarut dan terionisasi sempurna dalam air.

(a) ionisasi air: H2O(i) ↔ H+(aq) + OH(aq)

(b) ionisasi garam: NaCI(s) → NaCI(aq) ® Na+(aq) + Cl(aq)

Ion Na+ dan ion Cl dalam air bersifat stabil (sukar bereaksi dengan pelarut air) karena masing-masing berasal dari basa-kuat dan asam-kuat. Dengan demikian garam tipe ini hanya mengion dan ion-ionnya tidak bereaksi lebih lanjut dengan molekul air.

Jadi melarutnya garam tipe bk-ak tidak menyebabkan perubahan konsentrasi ion H+ dan ion OH di dalam pelarut air. Sehingga larutan garam tipe ini, pH-nya sama dengan pH air yaitu 7 (larutan bersifat netral).

Garam tipe kedua adalah garam yang berasal dari basa-kuat dan basa-Iemah (bk—al), misalnya CH3COONa, K2S, dst.

ion Na

Garam tipe ini akan melarut dan terionisasi sempurna, kemudian salah satu ionnya bereaksi dengan molekul air. Proses ini dapat dinyatakan seperti berikut dengan mengambil contoh garam CH3COONa.

garam CH3COONa.

Reaksi ini memperlihatkan terbentuknya ion OH sehingga meningkatkan konsentrasi ion OHdalam larutan. Oleh karena itulah melarutnya garam tipe bk-al akan melibatkan hidrolisis anionnya yang menyebabkan suasana larutan bersifat basa (pH larutan > 7).

Garam tipe ketiga adalah garam yang berasal dari basa-lemah dan asam-kuat (bl-ak). misalnya NH4CI, CuSO4, dst.

Ion NH

Seperti garam tipe kedua, garam tipe bl-ak akan melarut dan terionisasi sempurna, kemudian salah satu ionnya (yang berasal dari basa lemah) bereaksi dengan molekul air. Proses ini dapat dinyatakan seperti berikut dengan mengambil contoh garam NH4Cl.

garam NH4Cl.

(*) ion NH4+ (asam-konyugasi) dalam air selalu berkesetimbangan dengan molekul basa-lemahnya, NH4OH.

Ion Cl yang terbentuk merupakan ion stabil dan sukar bereaksi, sehingga reaksi sesungguhnya yang terjadi (lebih tepat dari reaksi d) adalah:

(d) NH4+(aq) + H2O(I) ↔ NH4OH(aq) + H+ (aq)

Berlawanan dengan garam tipe kedua, untuk garam tipe ak-bl, reaksi hidrolisisnya memperlihatkan terbentuknya ion H+ sehingga meningkatkan konsentrasi ion H+ dalam larutan. Oleh sebab itu melarutnya garam tipe bI—ak melibatkan hidrolisis kationnya yang meningkatkan konsentrasi ion H+ dengan menyebabkan suasana larutan bersifat asam (pH larutan < 7).

Tipe garam terakhir adalah tipe garam keempat yakni garam yang berasal dari basa-lemah dan asam-lemah (garam bl-al), misalnya CH3COONH4, Cu(CN)2, (NH4)2CO3. dst.

CH3COONH4

Berbeda dengan ketiga tipe garam yang telah dibahas, pada garam tipe bI-al, kedua kation dan anionnya bereaksi dengan molekul air, masing-masing membentuk molekul basa lemah dan molekul asam lemah.

molekul basa lemah

Hidrolisis tipe garam ini dapat dinyatakan sebagai:

(f) CH3COONH4(aq) + H2O(I) ↔ CH3COOH(aq) + NH4OH(aq)

Kemampuan membentuk asam lemah atau basa lemah, masing-masing kation dan anion sangat bergantung pada nilai Ka dan nilai Kb. Berarti, banyaknya ion H+ atau ion OH juga bergantung pada kedua nilai tetapan. Dengan kata lain pH larutan garam tipe bl—al bergantung pada nilai Ka dan nilai Kb.

Dari keempat tipe garam, dapat dibedakan:

  • garam tak-terhidrolisis (pada garam tipe 1: garam bk-ak).
  • garam terhidrolisis-sebagian (terhidrolisis-parsial); pada garam bk-al dan garam bl-ak.

garam terhidrolisis-sempurna (terhidrolisis-total); pada garam tipe 4. garam bl-al.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.