Pengertian dan fungsi Tubulus Seminiferus

Tubulus seminiferus merupakan tubulus kontortus yang membentuk jala-jala, berujung buntu dan pada ujung yang lain menjadi saluran yang lurus dengan lumen menyempit dan dibatasi oleh epitel selapis kubus berflagela satu.

Advertisement

Bentuk yang lurus ini dinamakan tubulus rektus. Bagian pendek ini yang bermuara pada saluran-saluran yang beranastomose yang dinamakan rete testis. Memproduksi sperma dan menghantarkannya adalah fungsi dari tubulus seminiferus. Selain itu tubulus seminiferus memiliki peran dalam membantu proses pematangan sperma.

Tubulus seminiferus terdiri dari epitel germinativum, lamina basalis dan tunika jaringan ikat fibrosa. Epitelnya terdiri atas 2 jenis sel yaitu sel sertoli dan sel –sel spermatogenik (tersusun atas 4-8 lapisan).

Urutan sel-sel dari lapisan yang paling dasar hingga mendekati lumen adalah sebagai berikut spermatogonium, spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatid dan spermatozoa.

Sel sertoli merupakan sel-sel piramidal panjang yang saling bertautan dengan sel-sel spermatogenik. Dasar sel sertoli melekat pada lamina basalis, sedang ujung apikalnya menjorok ke dalam lumen tubulus seminiferus. Akibat adanya sel-sel spermatogenik di sisi lateral dan di sisi basalnya, maka bentuk sel sertoli menjadi tidak teratur.

Sel-sel sertoli mempunyai 3 fungsi utama ; (1) pelindung, penyokong dan pengatur nutrisi sel-sel spermatogenik yang sedang berkembang, (2) fagositosis, yaitu dengan membuang kelebihan sitoplasma spermatid dalam proses spermiogenesis (perubahan bentuk spermatid menjadi spermatozoa), (3) sekresi, yaitu sel-sel sertoli mensekresi sekret untuk transpor spermatozoa.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.