Pengaruh Ion Sejenis Terhadap Kelarutan dan Terbentuknya Endapan

Dalam air murni, senyawa perak klorida dapat membentuk kesetimbangan heterogen: AgCI(s) ↔ Ag+(aq) + Cl-(aq)

Advertisement

Dari nilai Ksp AgCl = 1,8 x 10-10, kelarutan AgCI adalah 1,34 x 10-5 mol/L atau 1,92 mg/L. Lihat gambar di bawah ini.

Kelarutan AgCl dalam 2 tipe pelarut. (a) dalam air murni; dan (b) dalam NaCl 0,01 M
Gambar. Kelarutan AgCl dalam 2 tipe pelarut. (a) dalam air murni; dan (b) dalam NaCl 0,01 M

Berpengaruhkah kelarutan AgCI ini dalam pelarut air yang mengandung salah satu ion sejenisnya (ion Ag+ atau ion Cl)?

AgCI(s) dalam pelarut yang mengandung NaCI 0,01M, dalam sistem larutan terdapat ion-ion seperti berikut.

Sistem larutan

Terlihat bahwa NaCI memberikan ion Cl yang sejenis dengan AgCI. Berdasarkan prinsip kesetimbangan, masuknya ion Cl dan NaCI menyebabkan sistem kesetimbangan bergeser ke arah kiri (pembentukan padatan AgCI). Jumlah ion Cl yang bersumber dari AgCI tidak sebanyak di dalam air murni.

Advertisement

Berarti, kelarutan AgCI menjadi berkurang di dalam pelarut air yang mengandung ion Cl (dari NaCl). Seberapa besar penurunan kelarutan AgCI tersebut sangat bergantung pada konsentrasi ion sejenis dalam pelarut. Kelarutan AgCI dalah hal ini dapat dihitung seperti berikut.

[Ag+] = y dan [Cl] = y + 0,01 » 0,01

(Nilai y diabaikan terhadap nilai 0,01 karena nilai y amat kecil di samping untuk penyederhanaan perhitungan.)

penyerdehanaan perhitungan

Dalam pelarut yang mengandung ion sejenis, kelarutan AgCI adalah y M yakni 1,8 x 10-8 M atau 1,8 x 10-8 mol/L.

Perbandingan kelarutan AgCI antara di dalam pelarut dan di dalam pelarut NaCI 0,01 M adalah:

perbandingan kelarutan AgCl

Jadi kelarutan AgCI berkurang 744 kali dengan adanya ion sejenis CI 0,01M di dalam pelarut dibandingkan dengan di dalam air murni (tanpa adanya ion sejenis).

Dapat disimpulkan bahwa,

kelarutan elektrolit berkurang dalam pelarut yang mengandung ion-ion sejenis.

Perkiraan Terbentuknya Endapan

Dari penjelasan di atas, nilai Ksp suatu elektrolit dapat digunakan untuk memperkirakan kelarutan elektrolit yang bersangkutan; dan berarti juga dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah ion yang terbentuk.

Pembahasan elektrolit sukar larut sering dihubungkan dengan apa yang disebut dengan kuosien reaksi (lambang: Q). Nilai Q ini merupakan hasilkali konsentrasi ion berpangkat koefisien reaksi ionisasi elektrolit yang bersangkutan. (Jadi batasan Q agak berbeda dengan batasan Ksp.)

Hubungan antara nilai Q dan nilai Ksp. untuk suatu elektrolit adalah,

  • Bila Q = Ksp. berarti larutannya bersifat jenuh; tidak ada endapan dan konsentrasi ion sudah maksimal
  • Bila Q < Ksp berarti larutannya bersifat tak-jenuh; konsentrasi ionnya belum maksimal dan larutannya masih dapat melarutkan elektrolit.
  • Bila Q > Ksp berarti selain terbentuk larutan jenuh dan terbentuk endapan (fasa padat) dari elektrolit yang bersangkutan.

Pada umumnya penerapan hubungan antara antara nilai Q dan nilai Ksp adalah untuk memperkirakan apakah pencampuran antara dua larutan akan memberikan endapan (atau apakah suatu bereaksi berlangsung).

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.