Klasifikasi Invertebrata

Apakah ini Invertebrata, arthropoda atau serangga? Ulat Raja Ini adalah invertebrata. Ini juga merupakan serangga dan arthropoda. Dari semua spesies hewan, diperkirakan bahwa lebih dari 90% adalah invertebrata. Dari semua invertebrata, serangga adalah yang jauh paling banyak.

Advertisement

Ada begitu banyak spesies serangga yang para ilmuwan belum menemukan mereka semua, biarlah Anda sendiri yang menghitung mereka. Perkiraan jumlah total spesies serangga jatuh dalam kisaran 1 sampai 30 juta. Jadi, ada baiknya jika ada metode untuk mengklasifikasikan tidak hanya serangga, tetapi semua invertebrata.

Klasifikasi Invertebrata

Delapan filum utama berisi sebagian besar spesies invertebrata. Tabel di bawah ini memberikan gambaran dari delapan filum invertebrata dengan jumlah terbesar spesies.

Filum
Karakteristik
Porifera (spons)
  • Bentuk tubuhnya menyerupai vas atau jambangan.
  • Tubuhnya terdiri dari 2 Lapis ( dipoblastik )
  • Di antara lapisan luar dan dalam terdapat sel – sel amoebosit dan spikula.
  • sel amoeboid dan koanosit berfungsi untuk menangkap makanan.
  • Habitatnya di Perairan.
  • Memiliki ringga tubuh yang disebut spongocoel
  • memiliki lubang masuk air yang disebut ostium dan saluran keluar air yang disebut oskulum.
  • perkembangbiakan berlangsung secara kawin dan dengan pembentukan tunas.
Cnidaria (ubur-ubur, corals)
  • memiliki rongga tubuh (coelom) berupa rongga gastrovasculer yang berfungsi sebagai alat pencernakan dan sirkulasi makanan. Sistem pencernaan berlangsung secara ekstraseluler (dalam gastrovaskuler) dan intraseluler (dalam sel endoderm).
  • Diploplastik, dinding tubuh terdiri 2 lapisan, yaitu ektoderm ( lapisan luar ) dan endoderm (lapisan dalam). Antara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan mesoglea (tengah).
  • Memiliki 2 bentuk kehidupan, yaitu bentuk polip dan medusa. Bentuk polip dengan ciri hidup soliter / berkoloni, menempel / menetap pada subtrat dasar, dan berkembang biak dengan cara vegetatif. bentuk polip yang berkoloni dinamakan polimorfisme. Bentuk medusa dengan ciri hidup bergerak aktif / berenang bebas, berkembang biak dengan cara generatif.
  • Sistem reproduksi secara metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara vegetatif dengan generatif. secara vegetatif dengan membentuk kuncup / tunas / gemullae, dan secara generatif melalui pembuahan ovum dengan sperma.
  • Sistem respirasi melalui seluruh tubuh secara difusi.
  • sistem syaraf dengan membentuk jala, yaitu berupa ganglion syaraf.
  • Sistem gerak dengan menggunakan tentakel yang terdapat pada sekitar mulut. Tentakel juga berfungsi untuk menangkap dan memasukkan makanan. Pada ujung tentakel terdapat sel knidoblast, setiap knidoblast mengandung alat penyengat yang dinamakan nematokist, yang berfungsi untuk mempertahankan diri dan melumpuhkan mangsa kedalam tubuhnya.
  • Habitat umumnya di laut, kecuali Hydra sp (di air tawar).
Platyhelminthes (Cacing Berambut Getar, Planaria sp)
  • Bentuk tubuh pipih, simetri bilateral, triploblastik, dan acoelomata.
  • Tubuhnya terdiri atas bagian kepala (anterior), ekor (posterior), bagian punggung (dorsal), bagian perut (ventral), dan bagian samping (lateral).
  • Sistem pencernaan makanan belum sempurna, terdapat mulut dan belum memiliki anus. Makanan masuk melalui mulut —> farink —> usus —> dan dikeluarkan melalui mulut.
  • Belum memiliki sistem respirasi. Masuknya oksigen (O2)dan keluarnya karbon dioksida (CO2) melalui permukaan kulit.
  • Sistem ekskresi tersusun atas sel-sel bersilia ( flame cells /aster / sel api ).
  • Susunan syaraf terdiri atas 2 ganglia yang berbentuk cincin membentuk tangga tali.
  • Reproduksi secara seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan perkawinan silang atau perkawinan sendiri, karena bersifat hermaprodit (monoceus). Secara aseksual dengan fragmentasi dan membentuk generasi baru (regenerasi).
  • Hidup bebas di air tawar maupun tempat–tempat lembab.
Nematoda (Cacing Gelang)
  1. Merupakan hewan multiseluler avertebrata
  2. Hidup parasit di dalam tubuh makhluk hidup lain, dan ada juga yang hidup bebas
  3. Merupakan hewan Triploblasik Pseudoselomata
  4. Tubuhnya simetri Bilateral
  5. Tubuh dilapisi kutikula yang berfungsi untuk melindung diri
  6. Memiliki sistem pencernaan
  7. Tidak memiliki pembuluh darah dan sistem respirasi
  8. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda
  9. Reproduksi secara seksual
  10. Telurnya dapat membentuk kista.
Mollusca (cumi-cumi, bekicot)
  • Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang.
  • Habitatnya di ait maupun darat
  • Merupakan hewan triploblastik selomata.
  • Struktur tubuhnya simetri bilateral.
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel.
  • Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
  • Organ ekskresi berupa nefridia
  • Memiliki radula (lidah bergigi)
  • Hidup secara heterotrof
  • Reproduksi secara seksual
Annelida (Cacing Palolo, Cacing tanah)
  • Tubuh bersegmen / beruas seperti cincin.
  • Triploblastik Coelomata, Simetri bilateral, dan Metameri.
  • Memiliki sistem pencernakannya sempurna (mulut, kerongkongan, perut otot, tembolok, usus, dan anus).
  • Sistem respirasinya melalui permukaan kulit atau insang.
  • Sistem syarafnya berupa ganglion otak dan tali syaraf yang tersusun sebagai tangga tali.
  • Sistem peredaran darahnya tertutup yang tersusun atas pembuluh darah yang memiliki hemaglobin.
  • Sistem ekskresinya berupa nefridia atau nefrostom.
  • Sifat kelaminnya hermaprodit, sehingga reproduksi secara generatif dengan cara konjugasi, dan secara vegetatif dengan fragmentasi / regenerasi (memiliki daya regenerasi yang tinggi).
Arthropoda (kepiting, laba-laba)
  1. Tubuh beruas-ruas dan terbagi atas kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen).
  2. Rangka luar (eksoskeleton) tersusun atas zat kitin dan pada waktu tertentu kulit akan mengalami pergantian (ekdisis/molting).
  3. Arthropoda memiliki organ sensoris mata, penciuman, dan antena untuk sentuhan dan penciuman.
  4. Sistem peredaran darah terbuka dan darah tidak berwarna merah.
  5. Alat respirasi berupa insang, trakea, dan paru-paru buku.
  6. Alat ekskresi berupa kelenjar hijau dengan buluh malphigi.
  7. Sistem perkembangbiakannya, yaitu:
    – Secara kawin dilakukan melalui proses fertilisasi.
    – Secara tidak kawin dengan melakukan partenogenesis (proses perkembangbiakan terjadi tanpa fertilisasi) dan paedogenesis (perkembangbiakan terjadi pada individu yang muda (larva)).
Echinodermata (teripang, bintang laut)
  • Memiliki tiga lapisan embrional (triploblastik)
  • Simetri tubuh bilateral pada fase larva dan radial pada fase dewasa
  • Terdapat pembagian tubuh anterior dan posterior
  • Euselomata / selomata
  • Tidak memiliki segmen tubuh
  • Sistem pencernaan sempurna, ada beberapa jenis yang tidak memiliki anus
  • Tidak memiliki sistem peredaran darah
  • Sistem pernapasan berupa insang kecil atau papulae dan ada juga yang menggunakan kaki ambulakral (kaki tabung), atau teripang laut pada
  • Tidak memiliki sistem ekskresi
  • Sistem daraf dibentuk oleh saraf cincin, saraf radial dan saraf jala
  • Reproduksi secara aseksual (regenerasi) dan seksual. Pada umumnya memiliki kelamin yang terpisah namu beberapa jenis bersifat hermaprodit
  • Penyokong tubuh berupa kerangka dalam (endoskleton), berupa pelat dan berada dibawah kulit.

Protostoma dan deuterostoma

Kebanyakan invertebrata (dan hewan yang lebih tinggi) dapat ditempatkan dalam salah satu dari dua kelompok berdasarkan bagaimana mereka berkembang saat embrio. Kedua kelompok ini disebut protostoma dan deuterostoma.

Seperti ditunjukkan pada Gambar di bawah, organisme dalam dua kelompok memiliki cara yang berbeda membentuk coelom dan mulut.

Moluska, annelida, dan arthropoda adalah protostoma. Echinodermata dan chordata adalah deuterostoma. Pembedaan ini penting. Mengapa itu penting? Hal ini menunjukkan bahwa echinodermata lebih erat terkait dengan chordata daripada filum invertebrata lainnya. Hal ini tidak jelas berdasarkan sifat lain.

Advertisement
Protostoma vs deuterostoma
Protostoma vs deuterostoma. Dalam protostoma seperti moluska, bentuk coelom dalam mesoderm. Dalam deuterostoma seperti echinodermata, bentuk coelom dari kantong endoderm. Bagaimana pembentukan mulut berbeda dalam kedua kelompok hewan?

Ringkasan

Delapan filum invertebrata mengandung sebagian besar spesies invertebrata.
Invertebrata (hewan dan lebih tinggi) juga dapat ditempatkan dalam salah satu dari dua kelompok berdasarkan bagaimana mereka berkembang saat embrio.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.