Faktor mempengaruhi timbulnya masyarakat multikultural di Indonesia

Advertisement

Begitu banyaknya ragam jenis budaya yang ada di Indonesia sehingga Indonesia menjadi Negara yang Multikultural karena banyaknya perbedaan yang ada baik perbedaan suku, ras maupun agama.

Tetapi dengan banyaknya perbedaan itu menjadikan Negara Indonesia yang begitu khas dan kaya karena perbedaan itu.

Bangsa Indonesia yang multi-etnik tidak terbentuk dalam waktu singkat, tetapi melalui suatu proses yang panjang dan melalui beberapa peristiwa. Kemajemukan dipengaruhi oleh faktor sejarah, persebaran penduduk antar wilayah, keadaan topografi, dan jenis mata pencaharian penduduk.

Tiga faktor utama yang mendorong terbentuknya kemajemukan bangsa Indonesia adalah sebagal berikut:

Latar Belakang Historis

Dalam sejarah, kita telah mengetahui bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan yang pindah ke pulau-pulau di Indonesia. Perpindahan itu terjadi secara bertahap dalam waktu dan jalur yang berbeda. Ada kelompok yang mengambil jalur barat melalui Selat Malaka menuju Pulau Sumatra dan Jawa.

Advertisement

Adapun kelompok lainnya mengambil jalur timur, yaitu melalui Kepulauan Formosa atau Taiwan, di sebelah selatan Jepang menuju Filipina, dan kemudian meneruskan perjalanan ke Kalimantan. Dari Kalimantan ada yang pindah ke Jawa dan sebagian lagi ke Pulau Sulawesi.

Sebelum tiba di kepulauan wilayah Indonesia, mereka telah berhenti di berbagai tempat dan menetap dalam jangka waktu yang lama, bahkan mungkin hingga beberapa generasi. Mereka melakukan adaptasi dengan Iingkungannya.

Budaya Indonesia

Mereka mengembangkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan-keterampilannya, misalnya keterampilan membuat perahu dan mengenal pengetahuan-pengetahuan kelautan (navigasi) untuk digunakan selama perjalanan. Perbedaan jalur di perjalanan, proses adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda, serta perbedaan pengalaman pengetahuan itulah yang menyebabkan timbulnya perbedaan suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam di Indonesia.

Kondisi Geografis

Suatu kenyataan bahwa Indonesia adalah negara yang terdiri atas pulau-pulau yang satu sama lain dihubungkan oleh laut yang sangat potensial.

Selain itu, bentuk pulau-pulau memperlihatkan relief yang beraneka ragam. Perbedaan-perbedaan yang lainnya menyangkut curah hujan, suhu dan kelembapan udara, jenis tanah, tata air, serta flora dan fauna yang berkembang di atasnya.

Perbedaan-perbedaan kondisi geografis ini telah melahirkan berbagai suku bangsa, terutama yang berkaitan dengan pola kegiatan ekonomi mereka dan perwujudan kebudayaan yang dihasilkan untuk mendukung kegiatan ekonomi tersebut, misalnya nelayan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan. Kita semua telah memahami bahwa Iingkungan geografis tidak menentukan kehidupan manusia, tetapi hanya memberikan corak kebudayaan itu berkembang.

Selain itu, letak geografi Indonesia terletak di antara dua samudra dan dua benua sehingga sangat strategis menerima pengaruh dari luar. Akibatnya, Indonesia memiliki kemajemukan dalam hal agama. Enam agama yang terdapat di Indonesia, yaitu Hindu, Buddha, Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, dan Konghucu.

Pengaruh dari Kebudayaan Luar

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terbuka, hal ini dibuktikan dari besamya pengaruh asing dalam membentuk keanekaragaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pengaruh asing pentama yang mewarnai sejarah kebudayaan Indonesia adalah ketika orang-orang India, Cina, dan Arab mendatangi wilayah Indonesia, kemudian disusul oleh kedatangan bangsa Eropa. Bangsa-bangsa tersebut yang dating membawa kebudayaan beragam. Dari interaksi mereka, terjadi amalgamasi (kawin campur) serta asimilasi budaya antara kaum pedagang dan penduduk asli, sehingga membentuk ras, agama, dan kepercayaan yang berbeda-beda di Indonesia.

Daerah-daerah yang relatif terbuka, khususnya daerah pesisir, paling cepat mengalami perubahan. Sebaliknya, daerah-daerah yang terletak jauh dari pantai umumnya hanya sedikit terpengaruh, sehingga berkembang corak kebudayaannya pun khas. Kita lihat saja Jakarta, salah satu contoh kota pelabuhan, mempunyai corak kebudayaan yang beragam. Budaya Betawi memiliki sentuhan budaya Cina, Arab, dan India. Hal ini disebabkan oleh beragamnya orang yang datang atau singgah di kota ini. Mereka datang dari berbagai negara dan daerah dengan kebudayaan yang berbeda-beda. lnteraksi yang intensif memungkinkan terjadinya perubahan kebudayaan.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.