Faktor-faktor Penghambat Ketika Menjalankan Usaha

Advertisement

Setiap usaha yang kita jalan; pasti berorientasi ingin mencari keberuntungan namun saat kita berusaha tidak akan terlepas dari risiko yang akan kita hadapi. Hal tersebut tidak perlu dicemaskan karena hanya akan menghambat usaha sehingga usaha kita tidak akan bisa berkembang.

Faktor-faktor yang menghambat dalam menjalankan usaha dapat dibedakan menjadi faktor eksternal dan faktor internal.

Faktor-faktor yang terdapat dalam lingkungan eksternal meliputi:

1.       Lingkungan jauh, meliputi:

a)      ekonomi,
b)      sosial,
c)       politik,
d)      teknologi; dan
e)      ekologi.

2.       Lingkungan industri, meliputi:

Advertisement

a)      hambatan masuk,
b)      kekuatan pemasok,
c)       kekuatan pembeli,
d)      ketersediaan substitusi, dan
e)      persaingan antar perusahaan.

3.       Lingkungan operasional perusahaan

Faktor yang ada dalam lingkungan internal, meliputi:

1.       pemasaran,

2.       keuangan dan akunting,

3.       produksi operasi dan teknik

4.       manajemen mutu,

5.       sistem informasi, serta

6.       organisasi manajemen umum.

Faktor penghambat wirausaha

Untuk mengantisipasi hambatan-hambatan tersebut, persiapkan perhitungan secara matang sehingga akan mengurangi risiko yang dihadapi.

Ketersediaan Informasi bagi seorang wirausahawan mutlak diperlukan. Metode yang bisa diterapkan untuk upaya terebut adalah analisis SWOT: Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui:

a.       Kekuatan apa yang akan mendukung usaha kita untuk mencapai sasaran.

b.      Kelemahan apa yang membatasi atau menghambat usaha kita.

c.       Peluang usaha apa saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan.

d.      Ancaman apa saja yang terjadi saat kita berusaha.

Dengan analisis tersebut, risiko-risiko usaha yang terjadi setidaknya dapat di minimalisasi atau dikurangi. Beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi adalah sebagai berikut.

a.       Perusahaan permintaan.

b.      Perubahan konjungtur.

c.       Persaingan yang terjadi.

d.      Force majeur (akibat bencana alam dan sesuatu yang tidak terduga).

Analisis peluang usaha dilakukan untuk mengenal tingkat kesiapan keseluruhan fungsi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Adapun proses analisis peluang usaha secara sistematis meliputi delapan langkah, yaitu:

a.       Menentukan tujuan usaha.

b.      Mengumpulkan fakta-fakta,  dan informasi mengenai situasi dan kondisi di bidang usaha yang akan di kelola.

c.       Mengadakan analisis mengenai fakta-fakta, data, dan informasi untuk mencari peluang serta mengetahui kekuatan dan kelemahan untuk mengambil langkah-langkah tentang kegiatan bidang usaha.

d.      Merumuskan secara tegas tepat, dan bertanggung jawab terhadap semua peluang yang ada.

e.      Merumuskan berbagai macam alternatif dan memilih alternatif yang terbaik untuk merealisasikan sasaran bidang usaha yang diinginkan.

f.        Merumuskan rencana strategis usaha jangka panjang.

g.       Merumuskan rencana taktis usaha jangka pendek.

h.      Menyusun anggaran belanja bidang usaha atau perusahaan.

Dengan tulisan artikel ini siapapun yang memulai membikin usaha bisa memperhatikan penjelasan tadi supaya bisa lebih maju dan baik lagi.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.