Dedikasi, Totalitas, Loyalitas dan Integritas

Advertisement

Dedikasi

Dedikasi yaitu suatu pengabdian dalam bentuk pikiran, tenaga serta waktu demi kesuksesan sebuah usaha yang memiliki itikad baik, dedikasi tersebut dapat diartikan sebagai pengabdian guna menjalankan cita-cita luhur serta dibutuhkan rasa yakin dalam diri yang sangat kuat. Pendapat lain menyatakan bahwa dedikasi merupakan perbuatan matahari yang senantiasa  memancarkan cahayanya bagi penghuni bumi ini, terbenam dan terbit diwaktu yang sama setiap harinya. Pernyataan Rene Descarter “aku berpikir, disitu aku hadir” orang yang memiliki dedikasi berucap, “aku melayani, disitu aku hadir,” eksistensinya dipastikan dengan sampai mana diri orang tersebut bisa memberikan manfaat. Orang-orang tersebut merupakan pelayan paling baik bagi sekitarnya. Orang-orang tersebut yang memiliki dedikasi yang tinggi akan mengutamakan pula komitmennya dengan tak ingkar janji apalagi sampai membuat luka orang lain. Diwaktu salah seorang mencintai atas dasar dedikasi, dengan itu hal tersebut tak akan menjadi sia-sia, meskipun mengalami paksaan serta kelelahan atau keletihan dialaminya sangat hebat, kondisi demikian seakan menjadi penyemangat agar dapat terus-menerus mempersembahkan yang terbaik meskipun harus melewati rintangan yang sulit.

Totalitas

Bila berharap memperoleh yang lebih, berbuatlah yang lebih pula. Ada peribahasa yang mengatakan “jangan berbuat yang tanggung, bila tak mau memperoleh hasil yang tanggung pula”. Pada suatu pencapaian, diperlukan totalitas dalam mengusahakannya. Totalitas seperti apa yang diperlukan tersebut? Bagi mereka  yang memiliki profesi sebagai pengusaha atau karyawan, pastinya mengharapkan penghasilan yang maksimal. Namun dapatkah semuanya dapat diperoleh bila usaha yang dilakukannya cuma setengah-setengah?

Totalitas itu mewajibkan seseorang agar dapat mengeksplor atau menggali semua potensi atau kemampuan paling hebat yang ada dalam dirinya. Tentunya diperlukan pula rasa sabar serta keuletan dalam proses tersebut, tetapi hasil yang akan diperoleh tentunya akan sebanding dengan perjuangan atau usahanya. Tak boleh mengharapkan pencapaian yang maksimal sementara perjuangan atau usahanya sangat minimal.

Loyalitas

Selalu ada kesetiaan dalam loyalitas. Ya. Tanpa loyalitas, apa yang kita lakukan hanya akan menjadi rutinitas semata. Loyalitas tumbuh agar kita selalu aware dan menghargai apa yang dimiliki. Tanpa adanya loyalitas, kerja akan asal-asalan dan menumbuhkan egosentris karena kita merasa tidak memiliki. Loyalitas yang dimaksud adalah kita harus mampu menjaga nama baik perusahaan, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Jangan sampai kita meminum air sumur yang kita ludahi. Seperti: Menjelek-jelekkan perusahaan atau pimpinan kita, tetapi kita masih mengemis-ngemis gaji kepadanya. Bagi Anda yang punya perusahaan, mungkin sulit mencari calon karyawan yang memiliki loyalitas tinggi. Sebab zaman sekarang, lebih mudah merekrut lulusan S1, daripada merekrut yang memiliki loyalitas tinggi. Right? 🙂 Bagi Anda yang punya bisnis pun, tentu tidak akan sembarangan memilih partner dalam berbisnis. Kita harus tahu track record dan background calon partner bisnis kita. Apakah dia berkompeten dan memiliki loyalitas atau tidak.

Integritas

Saat kita mampu mensejajarkan antara perkataan dan perbuatan, sesungguhnya kita layak memiliki integritas. Ingat, membangun nama baik butuh waktu yang tidak singkat, tapi menghancurkannya kita hanya butuh hitungan detik. Reputasi akan terbangun seiring berjalannya waktu saat kita sudah saling mengenal satu sama lain. Dengan integritas kita bisa membuat rasa aman dan memberikan rasa aman serta nyaman pada pihak-pihak yang bekerja sama dengan kita. Tanpa memiliki integritas, sulit rasanya bagi kita untuk bisa mendapatkan kepercayaan. Ada pepatah mengatakan, kepercayaan itu seperti kertas. Sekalinya kusut, kita akan sulit untuk mengembalikannya seperti semula.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.