Dampak Perubahan terhadap Perkembangan Kelompok Sosial

Advertisement

Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali ditemukan perubahan sosial yang terjadi, seperti perubahan yang terjadi akibat adanya perubahan dalam bidang ekonomi, sosial, politik, dan budaya.

Apalagi Negara kita yang mempunyai ragam budaya yang kaya sekali sehingga perubahan-perubahan itu bisa tampak jelas terlihat. Dalam artikel beriikut ini akan dijelaskan secara mendalam mengenai perubahan-perubahan diatas.

Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan mempunyai hubungan sosial yang erat serta mendalam di antara anggotanya.

Adapun masyarakat kota merupakan kelompok sosial yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor industri, jasa, dan perdagangan. Keanggotaan masyarakat kota tidak saling mengenal, lebih terikat kontrak, dan mulai meninggalkan tradisi.

Apabila dilihat lebih jauh maka perkembangan sosial, ekonomi, politik, dan budaya akan memengaruhi perkembangan kelompok sosial

Advertisement

Sosial

Dalam perkembangan kehidupan manusia, kelompok-kelompok sosial akan terus mengalami perubahan. Sistem kekerabatan sudah mulai memudar dan digantikan dengan kelompok-kelompok sosial yang bersifat resmi. Hubungan yang erat hanya terdapat pada Iingkungan keluarga. Sistem komunikasi sudah digantikan dengan interaksi yang tidak langsung.

Masyarakat lebih suka menggunakan telepon dan internet dalam melakukan interaksi social daripada harus bertemu secara langsung. Nilai-nilai kehidupan sosial sudah berdasarkan nilai kontrak kerja dan nilai individualistis. Masyarakat Iebih suka bergabung dengan kelompok-kelompok social berdasarkan profesi atau hobinya secara formal, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Serikat Buruh Indonesia (SBI), dan sebagainya.

Perubahan sosial

Ekonomi

Ekonomi merupakan aspek yang berhubungan dengan upaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan jumlah alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas tertuang dalam prinsip ekonomi, yaitu dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk menghasilkan laba yang sebesar-besarnya. Akhirnya, manusia akan menciptakan kelompok-kelompok ekonomi, seperti sistem pertukaran barang dan jasa, koperasi, serikat buruh, perseroan terbatas, dan sebagainya.

Bagi masyarakat kota, perkembangan ekonomi dapat dilihat dari pembangunan pasar swalayan dan pusat-pusat perbelanjaan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memudahkan orang untuk bertransaksi. Bagi masyarakat desa, perkembangan ekonominya relatif lebih lambat. Masyarakatnya cenderung mempertahankan sistem lama karena lebih mudah dan dianggap aman. Akibatnya, perkembangan sistem ekonomi antara masyarakat desa dengan masyarakat kota sangat berbeda.

Politik

Tingkat kesadaran politik masyarakat desa lebih rendah daripada masyarakat kota. Adanya perkembangan sistem komunikasi dan informasi yang semakin canggih menyebabkan masyarakat kota lebih kritis terhadap kehidupan politik. Partai-partai politik pun semakin berkembang menyatukan masyarakat yang mempunyai ideologi yang sama. Apabila terdapat perbedaan paham antara masyarakat dengan pemerintah maka masyarakat kota cenderung lebih berani memberikan kritik dan saran kepada pemerintah, sebaliknya masyarakat desa bersikp menerima setiap kebijakan pemerintah.

Budaya

Perkembangan budaya masyarakat desa cenderung lebih lambat daripada masyarakat kota. Hal tersebut dipengaruhi oleh karakter masyarakat desa yang lebih tertutup. Hal ini berbeda dengan masyarakat kota yang terbuka terhadap berbagai macam perubahan sosia). Akibatnya, kebudayaan masyarakat kota cenderung lebih kompleks dan senantiasa mengalami perubahan (dinamis).

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.