Dampak fisik kimia dari Pembangunan

Dampak fisik dan kimia yang diakibatkan proyek pembangunan cukup banyak bentuknya. Bentuk dampak ini dapat dibedakan lima kelompok, yaitu dampak kebisingan, dampak pada kualitas udara, dampak pada kuantitas dan kualitas air, dampak pada iklim dan cuaca, serta dampak pada tanah.

Advertisement

a. Dampak kebisingan

Kebisingan merupakan tingkat suara atau bunyi yang frekuensinya cukup tinggi, sehingga mengganggu pendengaran. Tingkat kebisingan di sekitar proyek pembangunan berpengaruh besar pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Kebisingan pula mengganggu pula kondisi hewan ternak, satwa liar, dan ekosistem. Dampak kebisingan bagi manusia biasanya terjadi saat suatu proyek dibangun. Pada saat itu, manusia merasa terganggu pendengaran, pembicaraan dan kenyamanan.

b. Dampak pada kualitas udara

Udara merupakan salah satu komponen kehidupan bagi seluruh mahluk hidup di permukaan bumi. Kondisi udara yang baik dapat terganggu apabila terjadi pencemaran udara. Pencemaran udara diartikan sebagai adanya satu atau lebih zat pencemar yang masuk ke dalam ruang udara (atmosfer). Zat pencemar dapat berupa asap, debu, kabut, dan gas.

Pencemaran udara sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Banyak warga yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan. Gangguan lainnya, pencemaran udara berupa kabut asap mengganggu aktivitas perekonomian, karena banyak warga terganggu aktivitas transportasinya.

c. Dampak pada kualitas dan kuantitas air

Air menjadi kebutuhan vital bagi seluruh manusia. Namun sayangnya, keberadaan sumber daya alam ini sangat memprihatinkan. Banyak negara mengalami krisis air bersih, termasuk Indonesia. Krisis air terjadi tidak hanya pada kuantitas, tetapi telah mencapai kekritisan dalam hal kualitas. Banyak air di Indonesia tidak laya untuk dikonsumsi, karena telah tercemar.

Banyak hal yang menyebabkan air di muka bumi tercemar. Pencemaran air dapat terjadi akibat meresapnya limbah cair industri, karena dibuang sembarangan sehingga mencapai lapisan air tanah. Akibatnya, air tanah terkontaminasi limbah, sehingga sangat berbahaya digunakan untuk berbagai keperluan.

Advertisement

d. Dampak pada tanah

Tiap pembangunan tidak dapat dilepaskan dari sumber daya alam yang berupa tanah, terutama untuk pembangunan fisik. Tanah menjadi pondasi gedung, rumah, serta sarana dan prasarana lainnya. tanpa tanah semua bangunan tidak dapat berdiri kokoh.

Kegiatan berkenaan dengan proyek pembangunan dapat pula menimbulkan dampak bagi tanah. Dampaknya tersebut tercemarnya tanah akibat pembukaan lahan dan pengangkutan bahan-bahan bangunan. Dampak akan makin parah terhadap tahap operasional, yaitu adanya pembangunan limbah di lingkungan.

e. Dampak pada iklim dan cuaca

Iklim dan cuaca dapat terpengaruh oleh aktivitas pembangunan yang dilakukan manusia. Hal ini terlihat saat suatu industri beroperasi. Dari beroperasinya industri tersebut mengakibatkan adanya pencemaran udara. Pencemaran ini berupa pembuangan gas-gas sisa ke udara melalui cerobong-cerobong pabrik.

Pembangunan di bidang transportasi yang memacu peningkatan penggunaan alat-alat transportasi juga menjadi sumber lain pencemaran udara. Peningkatan jumlah alat transportasi tentunya diikuti makin meningkatnya pengkonsumsian bahan bakar. Hal ini menyebabkan meningkatnya jumlah gas buangan ke udara.

Gas-gas polusi udara akan melayang ke atmosfer dan mengendap pada suatu lapisan, sehingga membentuk lapisan baru yang dikenal dengan lapisan efek rumah kaca. Lapisan ini akan memantulkan kembali radiasi sinar matahari yang dipantulkan ke permukaan bumi ke angkasa. Akibatnya, permukaan bumi mengalami kenaikan suhu menjadi lebih panas, sehingga memicu terjadinya pemanasan global.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.