Contoh Teks drama untuk 4 orang

Di bawah ini adalah contoh teks atau naskah drama yang dilakukan oleh 4 orang. Dialog atau teks di bawah ini dikutip dari fazamutiafadlana.wordpress.com. dialognya mengenai seseorang yang berulang tahun.

Dari kejauhan, terlihat Ika yang sedang berjalan menuju kelas dengan wajahnya yang murung, sesampainya dikelas ia langsung duduk di bangkunya.

Tak lama kemudian, Faza pun datang.

Faza                 :” pagi, ce.. (riang)”

Ika                   :” pagi.. (murung)”

Faza                 : “cece kenapa ?”

Ika                   : “cece tidak apa-apa ( menjawab dengan wajah yang lesu )”

Faza                 :”wajahmu tidak bisa menyembunyikan kesedihanmu, ce.. Coba ceritakan”

Ika                   :” Faza ingat tidak hari ini hari apa ?”

Faza                 : “hari ini hari selasa, tanggal 24 Maret tahun 2016, semua masih sama dan tidak ada yang berbeda,masih sama seperti hari kemarin”.

Ika                   : “Oh, benarkah? Ya sudahlah.. ( menghembuskan nafas )”

Tuk,tuk,tuk… terdengar langkah kaki Desri dan Rosa yang akan memasuki kelas, seperti biasanya Desri menyapa Ika dan Faza dengan riangnya

Desri                : “pagi jak! hai cece! ( Riang gembira )”

Ika                   : “mmm, hai des.. (murung)”

Faza                 : “pagi, des!”

Rosa                : “kenapa cece tak seriang biasanya?”

Desri                : “iya nih, wajah cece murung, tak seperti biasanya.. padahal..”

Ika                   : “mmm.. caa, des kalian tahu tidak ini hari apa, tanggal berapa, atau bulan apa, dan ada kejadian apa? (memotong ucapan Desri)”

Desri                : “tanggal 24… (berjalan keluar kelas membuang sampah)”

Rosa               : “bulan Maret, tahun 2016..”

Faza                 : “dan tidak ada yang spesial di hari ini..”

Ika                   : “benarkah? sudahlah lupakan.. (berjalan keluar kelas, dengan perasan kesal, sedih, dan kecewa)”

Ika berjalan keluar kelas dengan wajah kesal, lalu menabrak Desri yang akan masuk ke kelas, Desri pun kebingungan, lalu menghampiri Faza dan Rosa

Desri               : “kalian tahu tidak ada apa dengan cece?”

Rosa               : “mungkin dia lagi PMS..”

Faza                 : “sepertinya kalian melupakan sesuatu”

Rosa                : “oh ya? Memangnya apa yang kami lupakan?”

Faza                 : “hari ini merupakan hari ulangtahun cece”

Desri dan Rosa: “benarkah?”

Faza                 : “(menganggukkan kepala untuk meyakinkan)”

Desri                : “Ya Tuhan, aku benar-benar lupa”

Faza                 : “aku kira kalian tadi hanya berpura-pura lupa”

Desri                : “jujur, aku benar-benar lupa”

Rosa                : “hei, aku punya rencana..”

Desri dan Faza            : “rencana apa?”

Rosa                : “bagaimana kalau kita membuat kejutan untuk cece?”

Desri                : “ayo! aku setuju…”

Faza                 : “aku juga setuju…”

Desri                : “ayo mendekat kemari sebentar, aku ingin memberi tahu rencananya… “

Desri, Faza, dan Rosa pun membahas rencana kejutan untuk Ika, mereka berencana untuk memberi kejutan di rumah Ika pada sore harinya, tetapi mereka membuat semacam petunjuk kepada Ika berupa beberapa memo di kertas yang mereka tinggalkan diam-diam di kolong meja Ika, dan dibeberapa tempat lainnya..

Ika menemukan memo tersebut ia pun kebingungan

Ika                   :” siapa yang meninggalkan memo ini?”

Sore hari pun tiba, kini saatnya Desri, Faza, dan Rosa melancarkan misi kejutannya, mereka sudah tiba di rumah Ika, betapa beruntungnya mereka karena Ika sedang keluar rumah sebentar dan ibu Ika dapat diajak bekerja sama, lalu langsung saja mereka menyiapkan dekorasi untuk kejutan Ika.

Ika pun tiba di rumahnya, ia merasa ada sesuatu yang aneh, rumah terlihat sepi, lalu langsung saja ia masuk, dan saat ia masuk…

Ika                   : “memo lagi? Ada aku disini? Mama! Mama! Mama! Kenapa sepi? (berjalan menuju kamar dan tersandung).”

Ika                   : “memo apa lagi ini? Kamar?”

Ika pun membuka pintu di kamarnya.

Desri, Faza, Rosa : “KEJUTAN!”

Ika                   : “(terharu dan tak bisa berkata apa-apa)”

Desri                : “maaf ce, tadi kami lupa (memeluk Ika)”

Rosa                : “iya ce maaf ya ce (memeluk Ika)”

Faza                 : “kalau aku sih pura-pura lupa ce, hehe, cece jangan seperti tadi pagi lagi ya (memeluk cece)”

Ika                   : “iya.. iya.. terimakasih banyak sahabatku atas kejutannya (berpelukan)”

Misi kejutan untuk Ika pun berhasil, mereka pun bersuka ria bersama sore itu..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *