5 Fungsi Vakuola pada sel tumbuhan

Vakuola sel tumbuhan adalah organel multifungsi yang penting bagi strategi seluler perkembangan tanaman. Mereka memiliki beberapa kesamaan dengan sifat dasar pada vakuola ganggang dan ragi dan lisosom sel hewan.

Advertisement

Vakuola merupakan kompartemen litik, berfungsi sebagai waduk untuk ion dan metabolit, termasuk pigmen, dan sangat penting untuk proses detoksifikasi dan homeostasis sel umum. Mereka terlibat dalam respon seluler faktor lingkungan dan biotik yang memprovokasi stres.

Pada organ vegetatif tanaman, mereka bertindak dalam kombinasi dengan dinding sel untuk menghasilkan turgor, kekuatan pendorong untuk kekakuan hidrolik dan pertumbuhan. Dalam biji dan jaringan penyimpanan khusus, mereka berfungsi sebagai situs untuk menyimpan protein cadangan dan karbohidrat larut. Dengan cara ini, vakuola melayani fungsi fisik dan metabolik yang penting untuk menanam kehidupan.

Vakuola adalah organel berbentuk vesikula besar yang berisi cairan dan diselubungi membran tunggal. Vakuola terbentuk oleh pelipatan membran sel ke arah dalam. Vakuola yang berukuran besar dapat terbentuk karena penggabungan vakuola-vakuola kecil dan retikulum endoplasma (RE) maupun badan golgi. Vakuola yang terdapat pada organisme bersel satu (misalnya, Amoeba dan Paramaecium) dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Vakuola makanan, yang disebut fagositosis dan berfungsi untuk mencerna serta mengedarkan hasil pencernaan ke seluruh bagian sel.

2. Vakuola kontraktil atau vakuola berdenyut, berfungsi sebagai osmoregulator, yaitu pengatur tekanan osmosis sel dengan cara memompa air yang berlebihan ke luar sel.

Advertisement

Pada sel tumbuhan, vakuola dibatasi oleh membran tonoplas. Pada umumnya, sel tumbuhan memiliki satu vakuola sentral yang besar, menempati hingga 80% dari total ruangan sel. Vakuola sentral pada sel tumbungan dari berfungsi sebagai lisosom. Vakuola berkuran semakin besar seiring dengan bertambahnya umur sel tumbuhan tersebut.
Vakuola pada sel tumbuhan berfungsi sebagai berikut:

1. Menyimpan gas, senyawa-senyawa organik (misalnya alkaloid, protein, dan asam organik) dan ion anorganik (misalnya, kalium dan klorida)
2. Tempat menyimpan pigmen daun, buah, dan bunga (antosianin), misalnya warna merah, kuning, dan ungu.

3. Menyimpan senyawa beracun atau aroma tidak sedap. Hal ini dapat melindungi tumbuhan dari gangguan pemangsa.
4. Menyerap air sehingga sel menjadi lebih besar.
5. Tempat pembuangan akumulasi produk sampingan hasil metabolisme yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.