4 Senyawa Penyusun protoplasma

Senyawa-senyawa yang menyusun protoplasma dapat berupa senyawa anorganik dapat pula berupa senyawa organik.

Advertisement
  • Senyaw-senyawa anorganik yang menyusun protoplasma terdiri atas:
  1. Asam, misalnya: HNO3, HCI
  2. Basa, misalnya: NaOH, KOH
  3. Garam-garam mineral, misalnya: NaCI, CaSO4, MgCI, KH2PO4, NaHCO3, NH4H2PO4, dan lain-lain.
  • Senyawa-senyawa organik yang menyusun protoplasma terdiri atas: kanbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat.

Karbohidrat

Merupakan senyawa organik yang dibangun oleh unsur-unsur C, H, dan O. fungsinya bagi kehidupan adalah sebagai sumber energi dan sebagai bahan pembentuk senyawa organik lainnya.

Berdasarkan jumlah gugus gula yang menyusunnya, karbohidrat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:

  • Monosakarida; senyawa yang terdiri atas satu gugus gula, misalnya: glukosa, galaktosa, dan fruktosa.

Adanya glukosa di dalam suatu zat dapat diuji dengan reagen Benedict. Bila substrat yang mengandung glukosa diberi reagen ini, kemudian dipanaskan, maka hasil positifnya menunjukkan adanya warna merah bata.

  • Disakarida; senyawa yang terdiri atas dua gugus gula, misalnya:
  • Sukrosa, dibentuk dari glukosa + fruktosa
  • Maltosa, dibentuk dari glukosa + glukosa
  • Laktosa, dibentuk dari galaktosa + glukosa

Monosakarida dan disakarida larut dalam air dan berasa manis.

  • Polisakarida; senyawa yang terdiri atas banyak gugus gula, misalnya: amilum, glikogen, dan selulosa. Bahan organik ini tidak larut dalam air, tidak berasa, atau berasa pahit.

Untuk menguji adanya amilum dalam suatu substrat, digunakan larutan lugol atau jodium. Reaksinya akan menunjukkan adanya warna ungu, biru, atau hitam.

Advertisement

Lipida (lemak)

Senyawa ini dibentuk dari unsur-unsur C, H, dan O. komponen-komponen lemak terdiri atas senyawa-senyawa sederhana, yaitu asam lemak dan gliserol. Fungsi lipida adalah sebagai sumber energi cadangan, sebagai pembentuk membran sel, dan sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K

  • Lemak sederhana, misalnya; trigliserida
  • Lemak kompleks, misalnya: kolesterol, fosfolipid, dan glikolipid.

Adanya lipida di dalam suatu zat dapat diuji dengan meneteskan zat tersebut pada kertas koran, kemudian dibiarkan sampai kering. Hasil fositifnya ditunjukkan dengan kertas koran yang tembus cahaya bila dihadapkan pada sinar.

Protein

Protein dibentuk dari unsur-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang s, atau P. di dalam protoplasma, protein penting untuk membentuk membran plasma bersama lemak, membentuk dinding vakuola, membentuk organel-organel sel (misalnya: ribosom, mitokondrion, kromosom, dan kromatofor), dan sebagai bahan untuk membentuk enzim dan hormon.

Untuk menguji adanya protein dalam suatu substrat, diperlukan reagen Millon, Molisch, atau Biuret. Reaksi positifnya akan menunjukkan adanya gumpalan putih, dan jika dipanaskan akan timbul warna merah.

Asam nukleat

Dikenal sebagai asam inti. Senyawa ini merupakan bahan membentuk DNA (deoxyribonucleic acid), dan RNA (ribonucleic acid). DNA merupakan senyawa yang bertanggung jawab terhadap penurunan sifat. Sedangkan RNA merupakan senyawa yang berperan dalam sintesis protein.

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.