15 Ciri-ciri kelas Insecta

Dengan sekitar satu juta spesies yang telah diberi nama dan mungkin beberapa kali lipat jumlah yang belum disebutkan namanya, serangga menjadi bagian besar spesies hewan di bumi. Mereka adalah kelompok yang sangat sukses.

Advertisement

Serangga dapat ditemukan di hampir semua habitat darat dan air tawar, dari gurun terkering ke air tawar kolam, dari kanopi hutan hujan tropis (di mana keanekaragaman mereka luar biasa besar) sampai Arktik.

Beberapa spesies bahkan merupakan hewan laut. Kebiasaan makan mereka sama-sama bervariasi; hampir semua zat yang memiliki nilai gizi akan dimakan oleh beberapa kelompok serangga.

Kelas Insecta

Kelas serangga merupakan hewan darat, tetapi sebagian kecil ada juga yang hidup di air tawar dan jarang hidup di laut, mereka mempnyai ukuran tubuh yang sangat bervariasi, mulai dari yang berukuran mikroskopis sampai dengan yang berukuran panjang belasan cm, serta telah memilki bagian yang jelas antara kepala (caput) dada (thorax), dan perut (abdomen). Dadanya terdiri atas tiga segmen, perut terdiri dari 2 – 3 pasang sayap, 1 pasang antena, perut terdiri dari 6 – 11 segmen memiliki 3 pasang kaki, pasang mata majemuk dan 3 oselli serta bernafas dengan trakea.

Ciri-ciri lengkap kelas insecta adalah sebagai berikut:

1. Tubuh dibedakan menjadi 3 yaitu kepala, dada, dan perut
2. Pada kepala terdapat satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (ocellus), dan satu pasang antena sebagai alat peraba

Advertisement

3. Alat mulut difungsikan untuk mengunyah, mengigit, menjilat dan mengisap
4. Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya
5. Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium)
6. Dada (thorax) terdiri dari tiga ruas yaitu prothorax, mesothorax, dan metathorax. Pada segmen terdapat sepasang kaki.

7. Setiap mesotoraks dan metatoraks terdapat dua pasang sayap, tetapi ada juga yang tidak memiliki sayap
8. Alat pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rektum, dan anus
9. Sistem pernapasan dengan sistem trakhea
10. Sistem saraf tangga tali
11. Pada umumnya serangga mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dari telur sampai dewasa

12. Tempat hidup di air tawar dan darat
13. Sistem peredaran darah terbuka
14. Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan internal
15. Perut (abdomen) memiliki sebelas (11) ruas atau beberapa ruas saja. Pada belalang betina, bagian belakang perut terdapat ovipositor yang berfungsi untuk meletakkan telurnya. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membram Tympanum.

Insecta terdiri dari subphyllum, yaitu Hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna) dan Homometabola (metamorfosis sempurna). Adapun metamorfosis merupakan suatu proses biologi dimana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas, melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel.

Pada metamorfosis apabila hewan ini mengalami tahapan telur, larva, pupa, dan imago. Dengan contoh lalat, lebah, dan kupu-kupu. Sedangkan pada metamorfosis tidak sempurna apabila hewan ini mengalami tahapan telur, nimpa, dan imago dengan contoh jangkrik, belalang, capung, dan kecoa.

Fase spesies yang belum dewasa pada metamorfosis sempurna kebanyakan spesies serangga, hanya fase pertama yang disebut larva dan terkadang memiliki nama yang berbeda.

Pada hemimetabola, perkembangan larva berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan ekdisis (pergantian kulit). Fase ini disebut, instar. Lama serangga menghabiskan waktunya pada fase dewasa atau pada fase remajanya tergantung pada spesies serangga itu, misalnya mayfly yang hidup pada fase dewasa hanya satu hari, dan cicada yang fase remajanya hidup di bawah tanah selama 13 hingga 17 tahun. Insecta terbagi menjadi beberapa ordo.

1) Ordo Thysanura, contohnya kutu buku (Troces sp)

2) Ordo Orthoptera, contohnya walang nona (Stagmomantis sp), tempiris dan tongkat berjalan (Anisomorpha sp), belalang (Disostura sp), jangkrik (Gryllus sp), dan katidid (Microcentrum sp).

3) Ordo Isoptera, contohnya Reticuli termes sp yang hidup didalam tanah dan kayu, Kalotermes di kayu kering, Zootermes di kayu basah yang dapat mematikan pohon, Amitermes di tanah kering, Macrotermes mebentuk rumah tanah, dan Nasutitermes yang membentuk rumah seperti karton di daerah tropis.

4) Ordo Homoptera, contohnya cicada (Magicicada septemdecem)

5) Ordo Hempitera, contohnya kalajengking air (Ranatra sp), kutu busuk (Cimexlecturalius), dan kepinding air (Lethocerus).

6) Ordo Odonata, contohnya capung (Aeshna sp dan Libellula sp)

7) Ordo Lepidoptera, contohnya kupu tomat (Protoparce sexta, Aegeria sp, dan Papilia polyxetes) serta kupu ulat sutra (Attacus sp dan Bombyx mori) yang dipelihara di Indonesia.15 Ciri-ciri kelas Insecta

8) Ordo Diptera, contohnya nyamuk (culex sp, Aedes sp, dan Anopeles sp), lalat rumah (Musca sp), lalat buah (Drosophila melagonaster), lalat kandang (Stomoxys sp), lalat kuda (Tabanus sp), lalat pasir (Phlebotomus sp), serta merutu (Chironomus).

9) Ordo Shiphonoptera, contohnya pinjal kucing (Ctenocephalus felis), pinjal manusia (Pullex irritans), dan pinjal tikus (Xenopsylla cheopis).

10) Ordo Hymenoptera, contohnya lebah madu (Apis mellifera), semut hitam (Monomorium sp), lebah dengung (Bombus sp), dan lalat gergaji (Endelomya).

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.