10 ciri-ciri umum tumbuhan lumut (Bryophyta)

Kata Bryophyta berasal dan bahasa Yunani bryon yang berarti tumbuhan lumut. Tumbuhan lumut bersifat autotrof karena mempunyai plastid yang mengandung klorofil.

Advertisement

Berdasarkan pendapat beberapa ahli, struktur tubuhnya lumut belum dianggap kormofita sejati.

Lumut masih dianggap talus karena belum memilìki akar, batang, dan daun yang sejati. Lumut dianggap sebagai perkembangan dari alga hijau yang berbentuk filamen. Namun, ada beberapa ahli yang menyatakan bahwa tumbuhan lumut sudah merupakan kormoflta. Oleh karena ¡tu, dapat simpulkan bahwa tumbuhan lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus.

Tumbuhan lumut belum memiliki jaringan pengangkut, sehingga air masuk ke dalam tubuh melalui proses imbibisi, difusi, daya kapilaritas, maupun melalui aliran sitoplasma. Sistem pengangkutan tersebut mengharuskan lumut berada di tempat lembab, rawa, atau tempat teduh. Lumut tidak pernah berukuran tinggi dan besar, kebanyakan lumut memiliki tinggi kurang dan 20 cm.

Ciri-ciri umum tumbuhan lumut (Bryophyta)

1. akar: Rhizoid
2. batang: tidak ada kecuali lumut daun
3. daun: mikrofil/sisik
4. daun muda tidak menggulung
5. berkas pengangkut : tidak ada
6. spora tumbuh/berkecambah : protonema
7. metagenesis: gametofìtnya dominan (tumbuhan lumut = gametofìt)

8. kromosom: tumbuhan lumut haploid
9. fase haploid: spora, protonema, tumbuhan lumut, anteredium, arkegonium, ovum dan sperma
10. fase diploid: zigot, sporogium, sporogonium

Advertisement

Reproduksi lumut (Bryophyta)

Cara reproduksi lumut menghasilkan spora.

Secara vegetatif dengan kuncup eram dan tunas.

Reproduksi generatif menghasilkan anteridium (penghasil spermatogonium) dan arkeganium (penghasil ovum). Sperma bergerak ke ovum secara khemotaksis karena pengaruh gula dan protein yang dihasilkan arkegonium.

Daur hidupnya terdapat pergantian keturunan (metagenecis) antara turunan vegetatif dengan turunan generatif. Tumbuhan lumut penghasil garnet disebut gametofit (fase haploid) sedangkan tumbuhan tumut penghasil spora disebut sporofit (fase diploid). Gametofit Iebih menonjol dibanding sporofit. Garnetofit merupakan turunan vegetatif yang melekat pada substrat dengan menggunakan rhizoid (protonema). Sporofit merupakan turunan generatif berupa badan penghasil spora (sporogonium).

Klasifikasi Lumut

Lumut (Bryophyta) dikiasifikasakan berdasarkan struktur tubuhnya:

1) Lumut Hati (Hepaticeae/Hepaticopsoda)

Memiliki ciri tubuhnya berupa talus dan mempunyal rhizoid yang berfungsi sebagai akar. sporofit pertumbuhannya terbatas karena tidak mernpunyai jaringan meristematik, berkembangbiak secara generatif dengan oogami dan secara vegetatif dengan fragmentasi, tunas. dan kuncup eram (gemma/budding).

Contoh:

Marchantia polymorpha dapat digunakan untuk bahan obat sakit hati (hepatitis).

Machantla germinata

2) Lumut Daun (Musci/Bryopsida)

Memiliki ciri gametofit dibedakan menjadi dua tingkatan yaitu protonema yang bertalus dan berbentuk benang dan gametofora yang berupa tumbuhan lumut. Sporofit terdiri dan bagian kaki, seta dan kapsul, telah memiliki batang, daun, dan rhizoid.

Contoh: Sphagnum fimbriatum sebagai pembentuk tanah gambut, hidup di air asam berfungsi sebagai bahan pencuci hama (pestisida) dan pengganti kapas (pembalut).

3) Lumut Tanduk (Anthoceropsida)

Memiliki ciri gametofltnya berupa talus yang lebar, tipis, dengan tepi yang berlekuk, rhizoid dibagian ventral.

Contoh: Anthoceros leavis.
sumber: Annisa Rahmah, dkk. Big Book Biologi SMA 1, 2, &3

R. Gunawan Susilowarno. SIAP UN SMA/MA BIOLOGI 2010

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.